Wanita Karir Rentan Stres, Berikut Saran Dari Peneliti

Wanita Karir Rentan Stres, Berikut Saran Dari Peneliti

Kesetaraan gender yang dianut beberapa negara saat ini, membuat para wanita nyaris menyamai para lelaki dalam hal karir. Namun, para wanita karir memiliki dampak lebih berbahaya lantaran memiliki tingkat depresi lebih tinggi.

Berikut Langkah-langkah Yang Dilakukan Wanita Karir Biar Tidak Mudah Stres

Wanita akan berisiko lebih tinggi untuk mengalami depresi atau masalah kesehatan mental lainnya jika bekerja selama berjam-jam secara terus-menerus.

Dilansir dari Heatlhline, sebuah studi observasional yang diterbitkan secara online di Journal of Epidemiology and Community Health melaporkan bahwa wanita yang bekerja selama 55 jam atau lebih dalam satu pekan atau yang bekerja paling banyak di akhir pekan akan lebih mudah mengalami gejala depresi daripada wanita yang bekerja dengan jam standar.

Studi yang dilakukan para peneliti menunjukan bahwa wanita mempunyai dua beban pekerjaan yaitu pekerjaan di kantor dan pekerjaan di rumah.

Para peneliti mengumpulkan data dari Understanding Society, UK Household Longitudinal Study yang telah memerika kesehatan dan kesejahteraan dari 40.000 rumah tangga di Inggris sejak 2009.

Menurut peneliti, studi ini menunjukan bahwa wanita mempunyai dua beban pekerjaan yaitu pekerjaan di kantor dan pekerjaan di rumah.

Walaupun terdengar stereotip, Serani alam healthline mengatakan bahwa perempuan dianggap sebagai seorang multitasker yang baik bahkan dengan jam kantor yang panjang mereka masih bisa mngerjakan pekerjaan rumah tangga seperti berbelanja atau bersih-bersih.

The National Alliance on Mental Health atau Ikatan Nasional Kesehatan Mental menyatakan bahwa selain tanggung jawab pekerjaan dan keluarga, wanita mungkin lebih rentan terhadap depresi karena faktor biologis seperti faktor perubahan hormon serta faktor-faktor psikososial, seperti pelecehan seksual, penganiayaan fisik, kurangnya dukungan sosial dan trauma terhadap pengalaman hidup.

Lalu, bagaimana cara wanita dapat meminimalisir depresi?

Serani dan Jonathan Rottenberg, Ph.D., seorang profesor psikologi di University of South Florida mengatakan ada 5 cara untuk membantu wanita menanganinya.

Find Balance atau Menemukan Keseimbangan

Menurut Rottenberg menemukan keseimbangan sangat sulit dalam perekonomian kontemporer dimana orang-orang mengalami ketakutan dalam perekonomian dan pekerjaan.

Banyak orang yang tidak menggunakan waktu liburannya karena mereka merasa tertinggal jika tidak bekerja, mereka merasa untuk selalu dapat meningkatkan posisinya, dan itu bisa menjadi kompulsif sehingga dapat menimbulkan stres atau depresi.

Luangkanlah waktu untuk diri sendiri dan orang-orang tercinta di luar pekerjaan. Take your time! gunakan waktu liburan atau mengambil absen dari kantor untuk menghibur diri sehingga dapat seimbang antara pekerjaan dan kebutuhan pribadi.

Jika Anda bekerja di akhir pekan, bekerjalah hanya dalam dua atau tiga jam dan sisanya habiskan bersama keluarga.

Minta Bantuan

Mintalah bantuan kepada pasanganmu dengan cara membagi pekerjaan rumah sehingga waktu untuk keluarga akan lebih banyak. Jika Anda tidak bergantung pada keluarga, Anda bisa minta layanan cleaning service untuk pekerjaan rumah tangga.

Merawat Diri

Meluangkan waktu untuk diri sendiri seperti bermeditasi, pergi ke gym, atau jalan-jalan di taman dapat mereda depresi dari pekerjaan kantor dan rumah. Anda bisa mengatakan “tidak” sesekali untuk acara sosial sehingga dapat meluangkan waktu untuk diri Anda sendiri.

Tidur Nyenyak

Hal ini pasti selalu ada dalam daftar cara Anda untuk merelaksasikan diri. Menurut Serani, lebih baik bekerja di siang hari untuk menjaga waktu tidur di malam hari. Tidak cukup tidur akan membuat tubuh Anda tidak punya waktu untuk rest, reboot dan refuel.

Dapatkan bantuan profesional

Karena gangguan kesehatan mental berhubungan dengan waktu, Serani mengatakan jika mengalami gejala depresi, seperti sakit tubuh, stres, insomnia, mudah tersinggung dan putus asa selama lebih dari 10 hari setelah bekerja, dapat mengidentifikasikan bahwa Anda perlu untuk berkonsultasi dengan seseorang yang profesional dalam kesehatan mental.

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *