fbpx

Usai Selandia Baru, Giliran Belanda Kena Teror

Usai Selandia Baru, Giliran Belanda Kena Teror

Tiga hari pascapenembakan di Selandia Baru, aksi tembak menembak juga terjadi di Belanda. Pelaku menembak tiga orang di sebuah trem.

Breaking News: Sekolah dan Masjid di Belanda Tutup Usai Aksi Penembakan

Konten.co.id (Belanda) – Kota Utrecht, Belanda diguncang aksi tembakan yang dilakukan seorang pria Turki. Pelaku disebut menembak mati tiga orang dan melukai lima lainnya.

Peristiwa itu terjadi di sebuah trem pada Senin (18/3/2019). Polisi Utrecht mengumumkan tersangka bernama Gokmen Tanis (37), telah ditahan.

Kota Utrecht sempat sepi setelah penembakan terjadi setelah jam sibuk pagi hari. Semula dikatakan pihak berwenang aksi itu merupakan serangan teroris yang nyata. Polisi melakukan razia di beberapa lokasi.

Tetapi beberapa jam setelah penembakan itu, motif si penembak tetap tidak jelas. Seorang jaksa penuntut mengatakan aksi ktu mungkin karena alasan keluarga.

Kantor berita Turki Anadolu, yang dikelola pemerintah, mengutip saudara-saudara lelaki bersenjata itu, mengatakan ia telah menembak seorang kerabat di trem dan kemudian menembak orang lain yang mencoba membantunya.

Pihak berwenang telah meningkatkan ancaman terorisme di provinsi Utrecht ke tingkat tertinggi. Sekolah-sekolah diminta untuk menutup pintu mereka dan polisi paramiliter meningkatkan keamanan di bandara, infrastruktur vital lainnya, dan di masjid-masjid.

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte mengadakan pembicaraan krisis segera setelah insiden itu, yang terjadi tiga hari usai insiden di Selandia Baru.

“Negara kita hari ini dikejutkan oleh serangan di Utrecht. Motif teroris tidak bisa dikesampingkan,” kata Rutte dilansir dari Reuters.

“Laporan pertama telah menyebabkan ketidakpercayaan dan rasa jijik. Orang-orang yang tidak bersalah telah dilanda kekerasan. Kami sekarang melakukan segala yang kami bisa untuk menemukan pelaku sesegera mungkin. Itu sekarang fokus penuh kami”.

Walikota Utrecht, Jan van Zanen, mengatakan tiga orang tewas dan sembilan lainnya luka-luka, tiga di antaranya serius. Jumlah yang terluka kemudian diturunkan menjadi lima.

Polisi Belanda mengeluarkan gambar Tanis dan memperingatkan masyarakat untuk tidak mendekatinya.

Tersangka sebelumnya pernah berselisih dengan polisi, kata jaksa penuntut. Penyiar lokal RTV Utrecht mengatakan sebelumnya bahwa tersangka diketahui polisi untuk kejahatan ringan dan besar, termasuk penembakan pada tahun 2013.

Penembakan itu terjadi di Kanaleneiland, sebuah distrik perumahan yang tenang di pinggiran Utrecht dengan populasi imigran yang besar.

Seoranh saksi, Daan Molenaar mengatakan, dia duduk di depan trem ketika penembakan dimulai. Ia tidak percaya tembakan itu adalah serangan teroris.

“Hal pertama yang saya pikirkan adalah, ini semacam balas dendam atau sesuatu, atau seseorang yang benar-benar marah dan mengambil pistol,” katanya.

Jalan-jalan di Utrecht lebih sepi dari biasanya dan masjid-masjid di kota menutup pintu mereka pada hari Senin. Polisi menyaring lokasi di mana setidaknya satu mayat terbaring tertutup di dekat trem.

Televisi Belanda menunjukkan unit anti-terorisme yang mengelilingi sebuah rumah di Utrecht dan anjing pelacak dipekerjakan.

Utrecht, kota terbesar keempat di Belanda dengan populasi sekitar 340.000, dikenal dengan kanal-kanal yang indah dan populasi siswa yang besar. Pembunuhan senjata jarang terjadi di Utrecht, seperti di tempat lain di Belanda. (FW)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *