fbpx

UMK Tinggi, 9 Perusahaan Hengkang Dari Sukabumi

UMK Tinggi, 9 Perusahaan Hengkang Dari Sukabumi

Dalam kurun waktu satu tahun, sembilan perusahaan yang beroperasi di Sukabumi tutup. Mereka memilih untuk pindah ke daerah Jawa Tengah karena UMK-nya lebih kecil.

Ingin Hemat Gaji, Perusahaan di Sukabumi Pilih Pindah ke Jateng

Konten.co.id (Sukabumi) – Sembilan perusahaan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat angkat kaki dari daerah terluas se Jawa-Bali ini. Kondisi itu terjadi sejak tahun 2018 hingga Februari 2019.

Dikutip Radar Sukabumi dari data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, hengkangnya perusaan tersebut berdampak terhadap 5.000 buruh yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Dalam catatan kami, sejak tahun 2018 hingga saat ini, sudah ada sembilan perusahaan yang pindah dari Kabupaten Sukabumi. Lantaran, mereka tidak mampu untuk membayar upah tinggi di Sukabumi,” kata Kadisnakertrans Kabupaten Sukabumi, Dadang Budiman dilansir dari Radar Sukabumi, Selasa (5/3/2019).

Selain dipengaruhi oleh tingginya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sukabumi, hengkangnya sembilan perusahaan juga disebabkan banyaknya persoalan internal manajemen perusahaan dan hambatan akses transportasi dalam mendistribusikan hasil produksi perusahaan.

Dari semua persoalan, mereka kebanyakan pindah karena tidak kuat menanggung upah tinggi.

Dadang mengatakan, mayoritas perusahaan yang pergi dari Sukabumi telah pindah untuk membuat perusahaan baru di daerah Jawa Tengah. UMK yang lebih kecil dan masih berada di bawah Rp 2 juta jadi alasan para investor.

Sementara itu, UMK Sukabumi saat ini berada di kisaran Rp 2.791.015. Ada selisih upah sekitar Rp 1 juta saja pihak perusahaan yang memiliki karyawan 10 ribu bisa menghemat biaya dalam waktu sebulan sekitar Rp 10 miliar. (ME)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video