Tuk-Tuk Pink Sri Lanka Transportasi untuk Perempuan

Tuk-Tuk Pink Sri Lanka Transportasi untuk Perempuan

Kekerasan seksual dalam transportasi di Sri Lanka cukup tinggi. Hal ini memunculkan ide untuk membuat kendaraan yang dipakai khusus untuk perempuan.

Kendaraan Roda Tiga Berwarna Pink Khusus untuk Wanita Sri Lanka

Konten.co.id – Beberapa wanita di Sri Lanka menyewa kendaraan pink beroda tiga yang disebut tuk-tuk dari sebuah organisasi. Kendaraan ini bertujuan untuk menyediakan pekerjaan dan melindungi perempuan-perempuan di Sri Lanka.

Tuk-tuk merah muda ini milik dari Rosie May Foundation, sebuah organisasi yang menyewakannya kepada perempuan di Sri Lanka dengan nominal tertentu. Salah satu penyewanya adalah Jega.

Dilansir dari Al Jazeera, Jega merupakan ibu tunggal dari seorang anak yang bernama Lochana. Dia harus bekerja keras untuk dapat bertahan hidup setelah ditinggalkan oleh suaminya begitu saja.

Tuk-tuk pink ini merupakan salah satu program organisasi yang mendukung anak-anak dan ibu tunggal di Sri Lanka dan Nepal.

Setelah mendapatkan izin mengemudi, ia menyewa tuk-tuk ini dan menjadikannya sebagai angkutan umum khusus bagi perempuan, anak-anak, dan keluarga. Tuk-tuk pink ini mempunyai tujuan untuk menyediakan pekerjaan dan melindungi perempuan di Sri Lanka, terutama mereka yang hidup dengan mandiri. Kendaraan ini juga dapat mencegah pelecehan seksual yang biasanya terjadi di transportasi umum biasa.

Sebelumnya Jega hanya hidup mengandalkan pemberian dari keluarganya yang memberikan 50 rupee atau sekitar Rp 43.000. Sekarang, dia mendapatkan uang sebesar 5000 Rupee atau sekitar Rp 430.000 per bulannya dari hasil kerja kerasnya menjadi supir tuk-tuk.

Tuk-tuk pink ini merupakan salah satu program organisasi yang mendukung anak-anak dan ibu tunggal di Sri Lanka dan Nepal.

Manajer program Ramani Samarainghe mengatakan bahwa dia mengajak para wanita dengan keadaan sulit yang dirujuk oleh layanan sosial atau polisi untuk bisa mencari nafkah sendiri tanpa bergantung kepada lelaki.

Menurut Deepthi Priyadarshini, seorang pengemudi tuk-tuk, mengatakan bahwa Sri Lanka bisa menjadi tempat yang sulit bagi seorang wanita. Kebanyakan ibu-ibu merasa khawatir ketika anak-anaknya harus menaiki tuk-tuk bersopir laki-laki sendirian.

Sebuah data dari PBB mencatat bahwa pada bulan Maret 2017 sekitar 90 persen perempuan di Sri Lanka mengalami pelecehan seksual di transportasi umum.

Saat ini Rosie May Foundation mempunya sembilan buah tuk-tuk pink. Tetapi tantangan terbesar mereka adalah menemukan perempuan yang mau memasuki bidang pekerjaan yang didominasi oleh pria ini. Mereka membutuhkan perempuan yang keluar dari zona nyaman.

Pada hari Jumat (8/3/2019), mereka merayakan Hari Perempuan Internasional dengan membawa tuk-tuk mereka masing-masing untuk mengikuti sebuah parade di Sri Lanka. (RM)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *