Trump Instruksikan Boeing 737 MAX Tak Boleh Terbang di AS

Trump Instruksikan Boeing 737 MAX Tak Boleh Terbang di AS

Jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines di Etiopia yang menewaskan 157 orang berdampak pada pelarangan pesawat Boeing 737 MAX di sejumlah negara.

Pelarangan Boeing 737 MAX Dilakukan Demi Keselamatan

Konten.co.id (Washington DC) – Boeing 737 MAX kini di larang terbang di hampir seluruh penjuru dunia. Hal tersebut setelah Presiden AS Donald Trump akhirnya bergabung dengan Kanada dan negara lain untuk menghentikan penerbangan pesawat tipe itu, pada rabu (13/3/2019).

Dilansir Kompas dari CNBC, Keputusan tersebut diambil Trump usai berbicara dengan CEO Boeing Dennis Mueilenberg, FAA dan Kementerian Transportasi.

“Kami akan mengeluarkan perintah darurat untuk menghentikan semua penerbangan 737 MAX 8 dan 737 MAX 9, katanya kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dikutip Kompas dari CBS News.

“Semua pesawat yang mengudara akan mencapai tujuannya dan setelah itu dikandangkan sampai pemberitahuan lebih lanjut,” katanya.

Trump mengatakan, keputusannya tersebut diambil demi keselamatan rakyat AS dan semua orang.

“Ini hal yang sangat mengerikan,” katanya terkait dengan kecelakaan pesawat milik maskapai Ethiopian Airlines.

“Boeing adalah perusahaan yang luar biasa mereka bekerja sangat keras sekarang, dan mudah-mudahan mereka akan segera memberikan jawabannya,” tambah Trump.

Terpisah, Kepala Administrator FAA Daniel Elwell mengatakan, keputusan untuk menghentikan penerbangan dengan pesawatBoeing 737 MAX bukanlah karena adanya tekanan.

Daniel mengatakan, berdasarkan data baru hasil penyelidikan atas jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines di Etiopia yang menewaskan 157 orang menjadi pertimbangan FAA. “Kami tidak merasakan tekanan global,” katanya.

“Informasi baru itu berkaitan dengan lintasan pesawat yang cukup dekat dengan yang terjadi terhadap Lion Air,” katanya.

“Kami bisa mendapatkan informasi lebih banyak dari kotak hitam dan menentukan apakah ada hubungan antara keduanya. Jika ada, kami mencari perbaikan untuk hubungan itu,” tambahnya.

CEO Boeing Dennis Muilenberg, mengatakan, dirinya tetap memiliki kepercayaan penuh pada keselamatan pesawat produksi perusahaannya. Namun, pihak tetap mendukung keputusan pemerintah AS.

“Perusahaan berupaya untuk memahami penyebab kecelakaan dalam kemitraan dengan para penyelidik, meningkatkan keselamatan, dan membantu memastikan ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya. (ME)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *