fbpx

Tommy, Dana Desa Belum Sejahterakan Petani

Tommy, Dana Desa Belum Sejahterakan Petani

Besaran dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat dinilai belum begitu membantu dalam meningkatkan kesejahteraan petani maupun masyarakat umum.

Tommy Kritik Dana Desa

Konten.co.id – Alokasi anggaran dari pemeriksaan pusat ke desa atau biasa disebutin dana desa dinilai belum bisa mensejahterakan rakyat. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto saat menghadiri acara panen raya padi di Desa Jambudesa, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat, 22/3/2019.

“Meski sudah ada dana desa, tapi nyatanya petani belum sejahtera. Apalagi ada kebijakan pemerintah daerah yang menyulitkan seperti Kartu Tani,” kata Tommy, dilansir VIVA.

Tommy mengatakan, partainya di seluruh pelosok Indonesia siap membuktikan untuk memperjuangkan dan menyejahterakan petani.

Program swasembada pangan pada era sang ayah, Soeharto, akan kembali dilanjutkan agar pertanian Indonesia kembali berjaya.

Pria yang juga ketua Dewan Pembina Persatuan Rakyat Desa (Parade) Nusantara itu berjanji siap turun ke sawah langsung hingga lima tahun mendatang. Ia pun akan mengajak serta sang kakak, Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut.

Di Purbalingga, padi di lahan yang mereka panen terlihat beda dibanding lahan lain. Hal itu karena padi itu tumbuh dengan pupuk cair organik Brigadium.

“Pupuk cair organik Brigadium yang dikembangkan ini, oleh kader Berkarya ini, telah terbukti mampu meningkatkan hasil panen petani. Selain hasilnya lebih banyak sekitar 50 persen, ongkos produksi dalam menanam padi hingga panen juga hemat sekitar 35 persen. Beras yang dihasilkan juga lebih bersih dan berisi,” katanya.

Salah seorang petani, Sofani Utomo, mengatakan, hasil panen lahan yang menggunakan Brigadium terlihat lebih baik. Bulir padi hasil panen di lahan itu juga lebih bersih.

Bambang Trihatmodjo, seorang petinggi Partai Berkarya, menjelaskan bahwa salah satu keuntungan lagi bagi petani dengan menggunakan Brigadium yakni mereka tak perlu membayar pupuk mereka pada awal tanam, tapi saat akhir panen.

Kemudahan itu yang dinikmati petani, karena skema itu tak dilakukan pemerintah. Untuk satu hektar sawah hanya diperlukan sekitar 12 botol pupuk cair Brigadium dengan nominal sekitar Rp1 jutaan. Jumlah itu tentu lebih kecil dibanding menggunakan pupuk kimia. Penggunaan pupuk organik jelas lebih ramah lingkungan.

Selain panen raya di Purbalingga, Tommy Soeharto dijadwalkan meninjau bazar UMKM sekaligus berpidato dan berdialog dengan warga di Banyumas. Bazar UMKM Berkarya Expo diikuti puluhan pelaku usaha dengan berbagai hasil usaha dipamerkan. (ME)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video