Tidak Terima Anaknya Ditegur, Orang Tua Hajar Guru Di Mamuju

Tidak Terima Anaknya Ditegur, Orang Tua Hajar Guru Di Mamuju

Pemukulan kepada guru oleh orang tua siswa kembali terjadi. Hanya karena anaknya ditegur, orang tua di Sultra menghajar guru hingga masuk rumah sakit.

Pelaku Pemukulan Guru di Mamuju Ditangkap Polisi

Konten.co.id (Sulbar) – Herlawan Ahlak Hansyah (32) terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Manakarra, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Guru di SMP Negeri 6 Kalukku itu babak belur dan tak sadarkan diri usai dihajar orang tua siswa yang tidak terima anaknya ditegur oleh Herlawan.

Herlawan dihadiahi bogem mentah oleh orang tua anak didiknya karena ia menegur muridnya, FA (14), dengan cara memukul lengan siswa itu. Teguran itu diberikan karena Herlawan melihat baju FA tidak dimasukkan ke dalam celana saat upacara bendera pada Senin, 11 Maret 2019.

“Jadi menurut pengakuannya (Herlawan), dia memang menegur siswanya karena bajunya di luar saat upacara. Kakak saya itu memukul lengan anak itu,” kata adik kandung Herlawan, Heri Hardi Hansyah, dilansir Liputan6.com, Rabu (13/3/2019).

FA (14) tidak terima dipukul oleh gurunya itu, akhirnya melaporkan apa yang dialaminya kepada orang tuanya. Alhasil, pada keesokan harinya, Amran, ayah FA, melabrak sang guru di sekolah.

“Pihak sekolah sudah berusaha memediasi di dalam kelas. Mediasi itu dihadiri oleh kepala sekolah dan kepala desa,” ucap Heri.

Mediasi itu ternyata tidak berjalan lancar. Amran yang telanjur naik pitam lalu memukul Herlawan hingga tersungkur. Setelah jatuh, Amran bahkan sempat memberikan injakan kepada guru yang mendidik anaknya itu di sekolah.

“Bahkan, saya mendapat informasi kalau itu siswa juga ikut memukul,” ujar Heri lagi.

Usai dihajar oleh orang tua anak didiknya, Herlawan pun dibawa pulang untuk dirawat di rumahnya. Namun, karena kondisi Herlawan semakin memburuk, ia pun dilarikan ke rumah sakit.

“Sempat pingsan. Kita rawat di rumah, tapi setelah sadar kepalanya tidak bisa digerakkan, makanya kita bawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Heri lalu berinisiatif untuk melaporkan apa yang dialami kakaknya itu ke polisi pada Rabu, (13/3/2019). Laporan itu lalu dengan sigap ditanggapi oleh Polres Mamuju, Sulawesi Barat.

“Setelah mendapat laporan itu, Tim Python dari Satreskrim Polres Mamuju langsung bergerak menangkap Amran,” kata Kapolres Mamuju, AKBP Rivai Arvan.

Amran diamankan polisi di rumahnya, di Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Saat diamankan, ia hanya bisa pasrah tanpa melakukan perlawanan sedikit pun.

Dari hasil interogasi sementara, Amran mengakui perbuatannya. Ia mengatakan bahwa dirinya sakit hati dan tidak terima anak lelakinya dipukul oleh gurunya sendiri.

“Motif dari penganiayaan ini adalah sakit hati karena anak pelaku dipukul oleh korban. Sehingga pelaku mendatangi korban dan langsung melakukan pemukulan yang mengakibatkan korban tidak sadarkan diri,” ucapnya.

Amaran pun kini meringkuk di dalam tahanan Polres Mamuju. Karena perbuatannya, Amran dijerat dengan Pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana lebih dari 5 tahun penjara. “Untuk saat ini pelaku kita tahan sambil menunggu proses penyelidikannya kelar,” pungkas Arvan. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *