Terciduk Kelabui Korbannya, Nenek Pengganda Uang Dipolisikan

Terciduk Kelabui Korbannya, Nenek Pengganda Uang Dipolisikan

Salah seorang nenek asal Sinjai ditangkap polisi setelah ketahuan menipu Korbannya yang dijanjikan menggandakan uang ratusan juta rupiah.

Nenek Pengganda Uang Ditangkap Polisi Usai Ketauan Nipu

Konten.co.id (Makassar) – Hj. Tampang seorang nenek 65 tahun asal Sinjai harus berurusan dengan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dirinya diamankan petugas setelah terciduk melakukan tindak pidana penipuan dengan modus penggandaan uang senilai miliaran rupiah. Sebelum dicokok Polisi, aksi Tampa sempat berjalan mulus.

Dia mengiming-imingi orang, apabila memasukkan uang 100 juta akan dilipatgandakan menjadi 2 miliar, sehingga pada waktu itu korban percaya dengan mereka

Pelaku menjanjikan korbannya uang yang berlipat ganda setelah menyetor uang kepadanya. Dengan bermodalkan kertas yang bertuliskan doa-doa, Tampang melancarkan aksinya, lima orang menjadi korbannya.

“Dia mengiming-imingi orang, apabila memasukkan uang 100 juta akan dilipatgandakan menjadi 2 miliar, sehingga pada waktu itu korban percaya dengan mereka,” kata Kapolsek Bontoala Kompol Saharuddin dilansir Kabarsinjai.com dari Kompas.com, Kamis (28/3/2019).

Saharuddin mengungkapkan, penipuan yang dilakukan oleh Tampa berawal ketika dia mengontrak sebuah rumah di Jalan Petta Punggawa, Kecamatan Bontoala, Makassar milik Hapsah pada tahun 2017 lalu.

Saat itu, Hapsah (65) dan anaknya bernama Sukmawati dirayu oleh Tampang untuk menyetor uang agar bisa tergandakan hingga miliaran rupiah. Keduanya menuruti rayuan itu hingga menyetor uang senilai Rp 350 juta hanya dalam waktu tiga bulan.

“Pada Maret 2019, tersangka menelpon lagi ke Hj Hapsah meminta uang 200 juta dengan alasan, apabila Ibu membawa uang ke Jakarta sekitar 200 juta maka uang yang 5 miliar akan dikeluarkan (cair),” kata Saharuddin.

Hapsah pun menuruti kembali rayuan Tampang. Dirinya kemudian pergi ke Jakarta bersama cucunya yang bernama Muslihin. Di Kampung Rambutan, ia menyerahkan uang Rp 200 juta ke Tampang. Tetapi, setelah empat hari menunggu, Tampa tak kunjung menepati janjinya. Uang Rp 5 miliar yang dijanjikan tidak pernah cair.

“Akhirnya korban dengan cucunya membawa tersangka ke Makassar tanggal 20 Maret 2019,” kata Saharuddin.

Tidak hanya kepada Hapsah, berdasarkan pihak Kepolisian, Tampang juga melakukan penipuan kepada Norma, warga asal Nunukan, Kalimantan Utara sebesar Rp 500 juta dengan mengambil sertifikat tanah korban.

Tidak berhenti disitu, Wiwi salah seorang warga Bekasi ikut tertipu dengan menyetor uang sebesar Rp 100 juta serta Ferdinand sebesar Rp 100 juta yang merupakan warga Jakarta.

Untuk mempertanggungjawabkan aksinya tersebut, Tampang diamankan di Mapolsek Bontoala. (ME)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *