Telan Ikan Koi, Pria Australia Didenda Rp 7,7 Juta

Telan Ikan Koi, Pria Australia Didenda Rp 7,7 Juta

Hanya karena menelan ikan hidup-hidup dan videonya diunggah ke media sosial, pria Australia ini kena batunya. Ia dikenakan hukuman karena dinilai menyiksa hewan.

Santap Ikan Koi Hidup-hidup, Pria Ini Kena Hukuman

Konten.co.id (Australia) – Joshua Coles (27), menelan ikan koi hidup-hidup. Ia mendapat denda yang cukup besar setelah videonya diposting di aplikasi Snapchat.

Pria yang berasal dari Wahfield dekat Tiverton, membuat video pada bulan September 2018 sedang memegang ikan koi emas di sebuah pasar malam di Bridgewater Fair di Somerstret dan menelannya dengan bir kemudian menunjukkan mulutnya yang kosong ke kamera.

Video tersebut diposting di Snapchat lalu disebarluaskan dan dilaporkan ke Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animal (RSPCA) Australia.

Dilansir dari Sky News, Hakim Exeter mengatakan bahwa Coles telah membuat ikan itu menderita sebelum mati secara perlahan. Coles mengaku bahwa ia telah menyebabkan penderitaan yang tidak perlu pada hewan yang dilindungi tersebut.

Coles dihukum harus melakukan pekerjaan sukarela selama 200 jam, dilarang memelihara ikan dalam lima tahun, dan didenda sebesar £385 atau sekitar Rp 7,7 juta.

John Pollock, seorang inspektur RSPCA, mengatakan “Walaupun mungkin terlihat lucu pada saat itu, itu bukan akhir yang baik untuk hewan apa pun”.

RSPCA menentang pemberian hewan hidup sebagai hadiah. Menurutnya memiliki hewan adalah tanggung jawab besar yang harus direncanakan dan dipikirkan dengan matang, bukan hal mendadak yang terjadi hanya karena seseorang memenangkan hadiah.

“Saya percaya bahwa setiap orang yang berakal akan menyadari bahwa menelan hewan hidup-hidup akan menyebabkan hewan itu menderita,” ujarnya.

Dia meminta kepada masyarakat untuk menghubungi pihak berwenang atau penyelenggara acara agar membuat kebijakan larangan hewan diberikan sebagai hadiah kemenangan dalam permainan di pasar malam. (RM)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *