Surau Merantau Buat Siswa SAT Lebih Mandiri

Surau Merantau Buat Siswa SAT Lebih Mandiri

Usia sekolah apalagi masa SMP belum berpikir untuk mandiri. Namun siswa di sekolah ini diajarkan untuk lebih siap menghadapi dunia nyata.

Pelajar di Sekolah Alam Tangerang Diajarkan Mencari Penghasilan

Konten.co.id – Membekali anak untuk lebih mandiri dapat dilakukan di berbagai tempat. Untuk itu, Sekolah Alam Tangerang (SAT) punya program unik, yaitu Surau Merantau (SM). 

Program ini mengajarkan anak usia 12 sampai 14 tahun untuk hidup lebih mandiri dan dewasa. Program ini mengacu pada pendidikan karakter di Minangkabau di mana anak di usia 12 tahun sudah tinggal di surau untuk belajar agama dan silat.

Lalu kembali ke rumah saat mereka telah dewasa dengan berbekal kemampuan pendidikan agama serta bisa bekerja. 

“Kita ajarkan anak untuk jauh lebih berani dan mandiri serta punya kreatif tinggi,” ujar Tik Santikasari Direktur SAT dihubungi Konten.co.id, Selasa (19/3/2019). 

SM sendiri saat ini sudah memiliki 35 siswa dengan empat angkatan. Program ini menggunakan kurikulum akil Baligh di mana anak disiapkan untuk lebih berpikir kreatif dan dewasa.

Dengan memberikan banyak tugas untuk enterpreneur. Untuk menghargai anak, anak tidak dipanggil siswa. Tapi disebut Rang Muda dan Rang mudi yang artinya pemuda dan pemuda di bahasa minang. 

“Anak selain belajar pelajaran akademik juga diajarkan untuk bagaimana mereka mencari uang sendiri dengan cara mereka. Hal itu ditekankan dari makna Merantau dimana saat kembali kerumah mereka sudah punya kemampuan lebih untuk hidup menjadi anak yang dewasa,” tambah Tik.

Sebagai bentuk pembinaan, anak atau siswa diperbolehkan untuk tinggal di sekolah. Dengan disiapkan tempat istirahat berupa kamar.

“Meski bukan boarding school kita biarkan anak tinggal disekolah seperti di Padang dimana anak tinggal di surau dan bebas pulang kapanpun itu,” terangnya.

SM juga mengajarkan anak untuk benar-benar merasakan hidup mandiri dengan merantau di akhir semester. Siswa akan diajak ke salah satu daerah dimana mereka akan belajar bagaimana hidup mandiri selama dua minggu sampai dua bulan.

Saat proses tersebut anak tidak diizinkan menginap di penginapan dan harus bisa menghasilkan uang untuk mereka hidup di daerah tersebut.

“Misalnya saat ada di Padang mereka harus bisa hidup dengan tinggal dirumah orang dan cari cara hidup mereka disana dengan berbekal basis enterpreneur mereka. Ini mengajarkan anak untuk mandiri,” imbuhnya.

Dengan sistem ini, banyak orang tua yang mengaku bahagia. Lantaran anaknya bisa tumbuh mandiri dan berpikiran dewasa.

“Karena saat diajarkan merantau dan mencari uang sendiri, pikiran dan hati mereka juga merasa “oh ini ya dewasa, gini ya orang tua kita kalau nyari uang” nah akhirnya mereka bisa merubah pola pikir mereka sendiri, ” tukasnya. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *