Sulteng Butuh 800 Guru Produktif untuk SMK

Sulteng Butuh 800 Guru Produktif untuk SMK

Dinas Pendidikan Sulteng menyebut masih kekurangan guru untuk tingkat SMK. Dampaknya keterampilan para siswa SMK masih belum maksimal.

Guru Produktif Bisa Latih Siswa SMK Lebih Terampil

Konten.co.id – Kepala Bidang Pembinaan SMK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah Dr Hatija Yahya mengungkapkan Sulteng membutuhkan 802 guru produktif. 

Hal ini untuk meningkatkan kualitas siswa SMK di Sulteng yang kini mulai menurun.

Hatija mengungkapkan, 802 guru produktif tersebut dibutuhkan untuk 104 SMK negeri dan 87 SMK swasta. Ia mengatakan, dari sisi kuatintas, guru produktif yang ada Sulteng sangat minim, sementara roh kompetensi siswa ditentukan oleh ketersedian guru produktif yang memadai.

“Dari permasalahan tentunya kita bisa menyadari, bahwa lulusan SMK di Sulteng belum cukup untuk memasuki dunia kerja,” ujar Hatija di Palu, Selasa, (5/3/2019). 

Ia mengatakan tantangan saat ini di adalah bagaimana menyiapkan lulusan SMK yang siap mengisi dunia kerja. Untuk itu, guru produktif sangat diperlukan di Sulteng. 

“Kita butuh guru yang bisa mengajarkan anak bagaimana menggunakan peralatan modern. Hal itu bertujuan agar anak-anak kita pada saat lulus nanti, tidak merasa bingung bertemu dengan peralatan yang dimiliki oleh industri,” jelasnya.

Ditanya soal sertifikat kompetensi, Hatija mengakui memang selama ini lulusan SMK di Sulteng tidak pernah dibekali dengan sertifikat kompetensi.

Maka dari itu pihaknya ingin ada sertifikat kompetensi bagi seluruh siswa SMK di Sulteng.

“jika lulusan SMK sudah mempunyai sertifikat kompetensi, pihaknya yakin dan percaya lulusan SMK bisa disetarakan dengan S1, atau malah justru lebih tinggi status keahliannya dari lulusan S1, ” katanya.

Oleh karena itu, Hatija mengatakan strategi yang dilakukan Disdikbud Sulteng adalah memperbanyak lulusan SMK mengikuti uji kompetensi agar bisa mendapatkan sertifikat kompetensi.

“Kita sekerang berkomitmen bagaimana lulusan SMK bisa mengikuti uji kompetensi dan mendapatkan sertifikat kompetensi. Jika mereka telah mempunyai sertifikasi itu, saya yakin dan percaya mereka tidak akan menganggur,” katanya.

“Kemarin kami telah melakukan komunikasi dengan Badan Nasional Standarisasi Profesi (BNSP), bahwa kita bisa membuka tempat ujian kompetensi sementara di Palu, dengan menunjuk salah satu SMK yang memiliki peralatan cukup memadai untuk dilaksanakan uji kompetensi,” tambahnya.

Olehnya itu, kata dia, tahun ini akan dicoba melaksanakan uji kompentesi di Kota Palu. Namun pelaksanaan uji kompetensi itu membutuhkan kesadaran orang tua dalam hal pembiayaan.

“Sebab pembiayaan untuk mendapatkan sertifikat uji kompetensi itu membutuhkan biaya dari orang tua siswa sebagai bentuk investasi terhadap anaknya. Jadi keterlibatan masyarakat kami sangat perlukan, sebab pembiayaan dari pemerintah sangat terbatas,” ujarnya. (AI)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Pilihan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan