Startup Panda TV Gulung Tikar

Startup Panda TV Gulung Tikar

Startup digembor-gemborkan bisa menjadi perusahaan yang menampung karyawan kreatif. Namun startup tak melulu bisa maju jika tak mendapat sokongan dana.

Perusahaan Teknologi Bangkrut, 500 Karyawan Dirumahkan

Konten.co.id – Kebijakan yang menggratiskan layanan, membayar mitra dalam jumlah besar, memberikan diskon dan cashback menjadi cara paling lumrah yang diterapkan startup guna menarik pengguna atau pelanggan. 

Namun, siapa sangka cara ini juga membahayakan kelangsungan hidup startup bila tak dapat ‘donor’ atau investor.

Hal ini terjadi pada Panda TV. Platform streaming game China mengumumkan akan mengakhiri layanannya setelah perusahaan gagal mengumpulkan dana segar untuk menjaga operasi tetap berjalan dalam bisnis padat uang.

Padahal akhir tahun lalu, Panda TV masih sebagai jaringan streaming game nomor tiga di China.

Panda TV didirikan pada 2015 oleh Wang Sicong, seorang pengusaha dan putra taipan China Wang Jianlin. Pada Jumat (8/3/2019), platfrom yang berbasis di Shanghai mengatakan dalam posting Weibo mereka telah memulai “rencana pengembaraan,” meminta “para insinyur untuk secara bertahap memutuskan hubungan dengan mitra bisnisnya”.

Gambar yang terlampir pada pernyataan Weibo menunjukkan bagian belakang panda yang melambai, dengan gelembung teks bertuliskan “Sampai jumpa.” Pengumuman resmi datang setelah laporan sebelumnya minggu ini bahwa Panda TV akan mengajukan kebangkrutan dan memberhentikan 500 pekerjanya.

Chief operating officer Panda TV, Andy Zhang Juyuan, pada Kamis (7/3/2019) mengirim pesan kepada karyawan dalam kelompok WeChat, mengatakan perusahaan telah dipaksa untuk “mengakhiri” setelah gagal mendapatkan dana investor selama 2 tahun terakhir.

Setelah kehilangan pekerjaannya, seorang mantan karyawan Panda TV, yang menolak disebutkan namanya membenarkan pesan Zhang Juyuan, seperti dikutip South China Morning Post Senin (11/3/2019).

Zhang Juyuan mengatakan biaya bandwidth yang tinggi dan kenaikan gaji streamer adalah alasan utama di balik habisnya uang tunai perusahaan. Ini terus meningkat meskipun platform meraup puluhan juta yuan setiap harinya. “Ini penyesalan tetapi juga keputusan yang bijaksana,” katanya dilansir dari CNBC Indonesia.

Panda TV tidak segera menanggapi permintaan komentar. Regulator game Tiongkok mengatakan akan menghentikan pengiriman persetujuan baru. Hingga Jumat sore, situs web Panda TV masih beroperasi.

Panda TV mengumpulkan USD 149 juta atau setara Rp 2 triliun dalam putaran pembiayaan terakhir pada Mei 2017. Pada Oktober tahun lalu, COO Zhang Juyuan mengatakan kepada media China bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan penawaran umum perdana pada kuartal pertama 2019. (AI)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan