Saminem Pedagang Cilok, Tolak Jadi Pengemis

Saminem Pedagang Cilok, Tolak Jadi Pengemis

Tak ingin mengemis walau hidup serba kekurangan. Itu prinsip yang dijalani Saminem, pedagang cilok keliling.

Wanita Asal Sukabumi Jadi Penjaja Cilok Usai Suami Stroke

Konten.co.id (Sukabumi) – Usianya tak lagi muda. Tapi berat pikulan cilok seberat hampir 30 kilogram selalu ditopang Saminem (50), setiap hari. Menempuh dua sampai tiga kilometer untuk mencari nafkah.

Hal itu dijalani warga Kampung Cikukulu, RT 7 RW 2, Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Sukabumi setelah Lili Suhaeli (60), suami tercintanya menderita stroke enam tahun lalu.

Aktivitas Saminem dimulai pukul 05.00 WIB. Dimulai dari pasar untuk membeli bahan-bahan membuat cilok. Kegiatannya membuat olahan cilok sesekali diselingi dengan mengurus keperluan dua putrinya yang masih SMP dan SD.

“Sudah 6 tahun, sejak suami kena stroke saya yang mencari nafkah. Ada dua anak dan dapur yang harus ngebul yang menjadi beban tanggungan setiap harinya,” kata Saminem dilansir detikcom, Kamis (21/3/2019).

Setiap hari Saminem membawa 70 sampai 100 butir cilok hasil olahannya sendiri. Sudut sempit perkampungan hingga sekolah dia datangi. 

Sehari Saminem bisa mendapat Rp 50 ribu. Kalau ramai, dia bisa membawa pulang Rp 100 ribu lebih.

“Sebagian saya sisihkan untuk modal olahan cilok besoknya, sebagian lagi saya sisihkan untuk anak ada juga yang buat dapur,” lirihnya.

Saminem tidak menampik, bantuan pemerintah berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dia terima dari pemerintah. Namun, dia tidak mau berpangku tangan hanya berdiam diri tanpa menafkahi keluarganya.

Semua itu dia jalani dengan ikhlas tanpa mengeluh, meski terkadang dia berharap perputaran roda kehidupan membawanya untuk menapaki kehidupan yang lebih baik. Anak-anaknya bersekolah, suaminya sehat dan dia tidak perlu lagi berkeliling jualan cilok.

“Saya ikhlas, jangan nanyain capek ya pasti namanya mencari nafkah ga ada yang enak. Kalau bisa milih ya mending diem di rumah usaha di rumah, anak sekolah suami sehat. Yang pasti saya enggak mau kalau ngemis-ngemis, selama saya sehat saya ikhlas berjualan cilok buat keluarga,” tandasnya. (AI)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *