Putri Mantan Presiden Uzbekistan Dituduh Korupsi

Putri Mantan Presiden Uzbekistan Dituduh Korupsi

Jaksa Federal New York menyebut putri Mantan Presiden Uzbekistan tersandung kasus korupsi hingga ratusan juta dollar.

Gulnara Bersengkokol Dengan Pengusaha Rusia

Konten.co.id – Putri mantan Presiden Uzbekistan dan seorang mantan pejabat perusahaan telekomunikasi Rusia telah ditunjuk sebagai salah satu skema suap terbesar yang pernah diusut oleh Foreign Corrupt Practices Act atau Undang-undang Praktik Korupsi Asing.

Jaksa federal di New York mengumumkan dakwaan pidana terhadap Gulnara Karimova (46) dan Bekhzod Akhmedov (44) atas tuduhan suap sebesar 867 juta dollar selama satu dekade yang diberikan kepada Karimova yang merupakan mantan pejabat Uzbek dandan putri dari Islam Karimov, pemimpin Uzbekistan dari tahun 1989 hingga kematiannya pada tahun 2016.

Jaksa menyatakan bahwa Akhmedov, mantan direktur Uzdunrobita, sebuah unit Mobile TeleSystems PJSC di Moskow. Ia membantu mengatur skema penyuapan untuk MTS, perusahan operator seluler terbesar di Rusia, Veon Ltd. dan Telia Co. AB.

Dia didakwa dengan dua tuduhan yang melanggar Undang-undang Praktik Korupsi Asing, sebuah hukum anti korupsi utama di AS.

Tuduhan pertama mengenai konspirasi pelanggaran FCPA dan yang kedua mengenai tuduhan konspirasi pencucian uang.

Menurut jaksa, perusahaan membayar suap untuk melakukan bisnis di negara Asia Tengah. Kedua terdakwa bersekongkol untuk mencuci pembayaran menggunakan rekening bank AS.

Menurut Jaksa Agung AS, Geoffrey Berman di Manhattan, mengatakan bahwa Akhmedov saat ini tinggal di Rusia.

Sedangkan wanita mantan penyanyi pop dan diplomat ini sedang menjalani hukuman lima tahun penjara di Uzbekistan terkait kasus korupsi yang pertama, menurut laporan BBC News yang dilansir dari Bloomberg.

Menurut Justice Department and the Securities and Exchange Commision, MTS telah menyetujui untuk membayar denda sebeasar 850 juta dollar.

Veon Amsterdam dan Telia Swedia juga telah menyelesaikan kasus tersebut dengan membayar denda masing-masing 795 juta dollar dan 965 juta dollar.

Berman menyatakan bahwa penyelesaian ini tumbuh dari penyelidikan yang dilakukan pengadilan dan pihak berwenang lainnya secara lebih luas terhadap uang berjumlah ratusan juta dollar yang digelontorkan pada Karimova.

Dari investigasi tersebut telah menghasilkan denda sebesar 2,6 miliar dollar yang setengahnya telah dibayarakan pada Amerika Serikat. (RM)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *