Presiden Kazakhstan Usulkan Ganti Nama Ibukota

Presiden Kazakhstan Usulkan Ganti Nama Ibukota

Presiden sementara Kazakhstan mewacanakan pergantian nama ibukota. Namun warga Kazakhstan menentang rencana tersebut.

Warga Kazakhstan Protes Menolak Pergantian Nama Ibukota

Konten.co.id – Kazakhstan akan mengganti nama ibukotanya dari Astana menjadi Nursultan. Usulan ini diumumkan pada hari Sabtu (23/3/2019) oleh Kassym-Jomart Tokayev yang sekarang menjabat sebagai presiden sementara negara tersebut.

Dilansir dari The Guardian, pergantian nama ibukota ini diusulkan sebagai bentuk hormat kepada pemimpin sebelumnya di negara itu. Nursultan Nazarbayev (78), mengundurkan diri pada hari Selasa (19/3/2019) yang diumumkan lewat televisi nasional. Pengunduran diri ini terjadi beberapa minggu setelah ia memecat pemerintah.

Nazarbayev telah memimpin negara kaya minyak itu sejak jatuhnya Uni Soviet. Posisi pertamanya sebagai pemimpin komunis, kemudian naik menjadi presiden setelah kemerdekaan.

Dia mengatakan akan terus menjadi ketua dewan keamanan yang kuat dan pemimpin partai Nur Otan, yang mendominasi parlemen.

Nazarbayev telah memimpin negara kaya minyak itu sejak jatuhnya Uni Soviet. Posisi pertamanya sebagai pemimpin komunis, kemudian naik menjadi presiden setelah kemerdekaan.

Pada tahun 1997, Nazarbayev memindahkan ibu kota dari Almaty ke Astana. Dia juga mengubah kota provinsi yang terkenal karena musim dinginnya yang parah menjadi karya arsitektur bergaya modern, salah satunya menara observasi tempat di mana pengunjung diundang untuk menyentuh sidik jari presiden.

Setelah usulan perubahan nama ibukota diumumkan, terjadi protes dari masyarakat di berbagai kota di Kazakhstan termasuk kota Almity. (RM)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *