Pose Dua Jari, Enam Guru Honorer di Tangerang Dipecat

Pose Dua Jari, Enam Guru Honorer di Tangerang Dipecat

Foto pose dua jari dan pegang stiker paslon 02, keenam guru honorer ini dipecat dari sekolah. Mereka dianggap melanggar aturan kampanye.

Foto Pose Dua Jari Viral, Disdik Banten Pecat Guru Honorer

Konten.co.id (Tangerang) – Enam guru honorer Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 9 Kronjo, Kabupaten Tangerang, dipecat lantaran diduga melakukan pelanggaran kampanye. Enam guru honorer itu dipecat setelah kedapatan berfoto dengan pose dua jari dan pamer stiker paslon omor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

“Iya sudah dilakukan pemberhentian oleh kepala dinas pendidikan Provinsi Banten,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten Komarudin saat dihubungi Konten.co.id, Jumat (22/3/2019).

Pengakuan keenam guru honorer tersebut foto itu diambil tanpa sengaja. Namun keterangan itu masih diselidiki.

Komarudin mengatakan, pemecatan dilakukan sehari setelah foto keenamnya viral di media sosial pada Senin (18/3/2019) lalu. Tindakan tegas itu diberikan sesuai imbauan Gubernur Banten baik tertulis maupun lisan mengenai netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) selama penyelenggaraan Pemilu.

“Fotonya di sekolah, udah gitu walau non ASN mereka pakai atribut Pemprov Banten. Mereka digaji oleh APBD jadi harus bisa menjaga netralitas ASN karena kalau tidak netral bisa menciderai Pemilu,” kata Komarudin.

Pengakuan keenam guru honorer tersebut foto itu diambil tanpa sengaja. Namun keterangan itu masih diselidiki.

“Kalau mereka mengakui memang foto tidak sengaja, isenglah. Tapi kita meyakini itu sengaja karena pose diarahkan kemudian ada poster yang mengarah kepada salah satu calon,” kata dia.

Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap enam guru honorer di SMAN 9 Kronjo, Kabupaten Tangerang, atas dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukannya.

“Saat kami mendapat informasi viral, terkait gambar orang berseragam Pemprov Banten kami langsung melakukan penelusuran, kami kerahkan jajaran di tingkat bawah untuk mencari tahu siapa orang-orang tersebut dan di mana mereka melakukan itu,” ujar Ketua Bawaslu Provinsi Banten Didih M Sudih.

Dari hasil penelusuran Bawaslu, enam orang dengan seragam Pemprov Banten itu adalah guru di SMAN 9 Kronjo, Kabupaten Tangerang.

Dalam pemeriksaan itu, enam orang diduga guru di SMAN tersebut baru sebatas mengklarifikasi terkait gambar yang viral tersebut.

“Kemarin kami lakukan pemeriksaan terhadap keenamnya, di Kantor Kecamatan Kronjo. Selanjutnya berlanjut di kepala sekolah dan lainnya,” ucap Didih.

Bawaslu ingin mengetahui status dari 6 orang diduga Guru SMA tersebut, apakah berstatus ASN atau lainnya. Jika memang ke orang dalam gambar diduga guru itu adalah ASN, lanjutnya, Bawaslu akan memberikan rekomendasi kepada Komite ASN untuk pemberian sanksi.

“Selanjutnya, apakah ada keterlibatan peserta Pemilu, karena kalau kita melihat fotonya itu bukan hanya pose jari, tapi ada stiker pasangan calon. Artinya apakah ini by desain, atau seperti apa,” ucap dia.

“Kedua apakah ada keterlibatan peserta pemilu, jika asa indikasi itu, maka ada Pidana bagi peserta Pemilu, sanksinya bisa berupa pidana bagi peserta Pemilu yang terlibat,” kata dia.

Namun begitu, pihaknya belum memperoleh kesimpulan dari hasil pemeriksaan yang baru dilakukan kemarin. “Saat ini kita belum pada tahap kesimpulan, jadi nanti sanksi ada di kesimpulannya. Karena kemarin kami harus mencari dulu siapa orang orang ini, di mana orang-orang ini. Setelah jelas bahwa enam orang itu adalah guru di SMAN 9 maka kami lakukan pemeriksaan,” tukasnya. (AI)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *