Perang Tagar #02vsNu dan #NahdliyinBukanJokower

Perang Tagar #02vsNu dan #NahdliyinBukanJokower

Mesin politik semakin panas, warganet ikut terlibat dalam pertempuran dengan bermunculannya tagar yang mendukung salah satu calon di Pilpres.

Rebutan Suara Nu, Perang Tagar #NahdliyinBukanJokower Saingi #02vsNu

Konten.co.id – Pertempuran para pendukung Capres dan Cawapres semakin memanas. Serangan tak hanya dilakukan di dunia nyata. Bahkan perang tagar di dunia maya pun terus dilakukan.

Warganet terpolarisasi dalam dua kubu, kubu petahanan dan kubu oposisi. Tagar #NahdliyinBukanJokower yang dinaikan oleh warganet pro oposisi sebagai respon dari tagar #02VsNU. 

Warganet pro oposisi ini memandang, ada gelagat upaya memecahbelah umat. Utamanya Nahydliyiin, dalam hal dukungan politik.

Sebagaimana diketahui, NU adalah organisasi masyarakat terbesar dan tua, dengan anggota 90 juta (2015) tersebar di seluruh dunia. Tentunya, dukungan NU menarik siapa saja yang ikut dalam kontestasi politik.

Pertarungan politik di dunia nyata, berimbas perang opini di sosial media. Perang terpanas terjadi di twitter, dengan trending topic dan efek viralnya.

Beberapa kebijakan pada isu politik, ekonomi, sosial, dan keamanan berubah setelah adanya desakan warganet, utamanya twitter.

Tagar #02VsNU dikomandoi oleh akun @PartaiSocmed dan @permadiaktivis (Abu Janda). Dua akun ini memframing followernya dengan anggapan, jika 02 menang maka masjid-masjid akan dikuasai. Ritual Nahydliyiin akan dilarang, berkuasanya HTI dan FPI, serta runtuhnya pancasila.

Permadi Arya (@permadiaktivis) menggenjot serangan dengan menampilkan sosok KH. Said Aqil Siradj dalam video singkatnya.
https://twitter.com/permadiaktivis/status/1108750191031508992

https://twitter.com/permadiaktivis/status/1108750191031508992

Selain keduanya, masing-masing follower kedua akun bergantian menampilkan infografis yang membuat keadaaan makin memanas. Misalnya akun @desember1970 mereply akun @partaisocmed dengan meme “Warning Warga NU 17 April 2019, Diamnya Nahdliyin di masa lalu banyak kehilangan masjid, Jika sekarang masih diam, bersiaplah NU kehilangan NEGARA!!!”
https://twitter.com/desember1970/status/1108679056478736385

https://twitter.com/desember1970/status/1108679056478736385

@PartaiSocmed kembali memompa semangat followernya dengan mengunggah meme quote Gus Dur, “BERAPAPUN BESAR BIAYA DAN RESIKONYA, NU AKAN MEMBELA KEUTUHAN NKRI”.

@partaisocmed menulis, “Ingat-ingatlah! Suriah hancur lebur karena ulah
mereka yg memaksakan ingin mendirikan khilafah. Saat ini sedang menebarkan virus kehancuran di negeri ini. Mengapa NU yg mereka target? Karena sejak semula NU yg paling tegas melawan niat jahat mereka”
. Cuitan itu disertai gambar hancurnya suriah, before and after.
https://twitter.com/PartaiSocmed/status/1108591102687248384

https://twitter.com/PartaiSocmed/status/1108591102687248384

Cuitan @PartaiSocmed ini sama seperti pertarungan antara Ahok dan Anis Baswedan di Pilkada DKI 2017 silam.

Saat itu, kubu petahanan yang disupport oleh jaringan Jasmev, Ahoker, dan Jokower, menyemburkan serangan psikologis di jagat maya dengan menyebut, kemenangan Anis adalah kemenangan Islam radikal, Indonesia akan hancur dan akan diSuriahkan, kata mereka saat itu.

TAGAR #JokowerBukanNahdliyin
Tagar ini dinaikan untuk meng-counter tagar #02VsNU. Tagar dari warganet pro oposisi ini sebagai jawaban atas tagar dari pro pertahanan, yang dipandang sebagai upaya membenturkan 02 dengan Nahydliyiin. Pro oposisi menyebut, justru dikalangan 02 banyak kyai NU, malah diperkuat oleh zurriyat (cucu keturunan pendiri NU).

Sebut saja, Gus Irfan yang merupakan anak dari KH. Jusuf Hasyim, Anak
dari Kyai Hasyim Asy`ari, muassis (pendiri) Nahdlatul Ulama. Ada juga, Gus Najih, atau KH NAJIH Maimoen, anak dari KH. Maimoen Zubair. Kyai Maimoen Zubair ini adalah murid dari KH. Hasyim Asy`ari.

Ada juga pesantren Sidogiri Pasuruan, yang merupakan Pesantren tertua
berdiri tahun 1745, menyatakan dukungan terang-terangan kepada 02.

Pada Senin sore, 22 Oktober 2018. Deklarasi sekaligus peresmian Rumah
Pemenangan Prabowo – Sandiaga Jawa Timur itu dilaksanakan di Museum NU, Jalan Gayungsari Timur Surabaya.

Deklarasi dihadiri calon wakil presiden Sandiaga Uno, sejumlah kiai dan 
ratusan massa. Beberapa ulama yang nampak hadir antara lain putra KH
Wahab Chasbullah, KH Hasib Wahab Chasbullah; putra KH Maimoen Zubair, KH Najib Maimoen dan salah seorang tokoh NU KH Choirul Anam.

Tak kalah menarik, pro oposisi juga menampilkan video Gus Dur, yang
menyebut, pemimpin yang paling ikhlas itu hanya Prabowo.
https://twitter.com/AgusKodri/status/1040203458597376000

https://twitter.com/AgusKodri/status/1040203458597376000

Pengagum Gus Dur atau disebut Gudurian, menolak politisasi ucapan Gus Dur. Akan tetapi jejak digital ucapan Gus Dur tentang Prabowo tak bisa dicabut, sudah direkam oleh tinta sejarah.

Tagar #JokowerBukanNahdliyin adalah sebagai respon atas tagar #02VsNU, 
yang dianggap sebagai gelagat memecah belah NU, yang kemudian memberikan tren positif ke kubu 01. (ZF)***

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *