Pasukan Israel Bom Gaza, Hamas Jadi Target

Pasukan Israel Bom Gaza, Hamas Jadi Target

Konflik di Gaza terus memanas. Pasukan Israel menyerang markas Hamas yang jadi target pemboman.

Israel Dapat Dukungan Penuh Dari Amerika

Konten.co.id (Palestina) – Pasukan Israel melakukan serangan yang disebut “target teror Hamas” di seluruh Gaza Strip. Kantor pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan sebuah gedung berlantai lima di pusat kota Gaza yang katanya merupakan kantor keamanan Hamas merupakan salah satu target serangan Israel di Gaza.

Dilansir dari The Guardian, sebelumnya Israel telah mengirim roket yang menghancurkan sebuah rumah dan melukai tujuh orang di lingkungan utara Tel Aviv. Militer Gaza mengatakan pihaknya memperkuat pasukan di sepanjang perbatasan Gaza.

Hamas dan Israel mempunyai tiga konflik dalam satu dekade terakhir dan telah bertempur sejak tahun 2014. Tetapi kedua belah pihak tidak ada niat untuk berperang sepenuhnya.

Militan di Gaza kemudian menembakkan sedikitnya 10 roket ke kota Sderot, Israel Selatan yang dilaporkan sebagai akibat dari serangan tersebut.

Pada hari Senin (25/3/2019) pukul 22.00 waktu setempat, Hamas mengumumkan bahwa Mesir tengah memoderatori gencatan senjata keduanya. Namun tak lama setelah itu, tembakan roket baru dapat terdengar di Gaza, menimbulkan bunyi sirene serangan udara di Israel selatan. Kementrian kesehatan Gaza mengatakan lima orang terluka oleh serangan tersebut.

Pertempuran memanas ketika perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berada di Washington untuk bertemu Donal Trump. Setelah menerima dukungan penuh dari Trump di Gedung Putih.

Netanyahu mengumumkan bahwa dia akan menghentikan perjalanannya ke AS untuk mengambil alih komando operasi. Trump mengatakan bahwa serangan roket Hamas sangat mengerikan dan AS mengakui hak Israel untuk bersikap defensif.

Hamas dan Israel mempunyai tiga konflik dalam satu dekade terakhir dan telah bertempur sejak tahun 2014. Tetapi kedua belah pihak tidak ada niat untuk berperang sepenuhnya.

Namun, serangan rudal pada Senin melenyapkan sebuah rumah milik keluarga Inggris-Israel dan terjadi selama periode ketegangan yang meningkat di Israel dan wilayah Palestina.

Dengan pemilihan umum yang akan datang pada 9 April, Netanyahu berada di bawah tekanan dari lawan-lawan politiknya untuk membalas militan, bahkan ketika dia telah dinasehati oleh penasihat militer tentang kegagalan konflik baru.

Minggu ini merupakan peringatan dari gerakan protes selama satu tahun oleh Palestina di sepanjang perbatasan Israel yang berakhir menewaskan lebih dari 180 orang dan 6.000 orang lainnya ditembak oleh pasukan Israel.

Protes tersebut sebagian besar dimaksudkan untuk menekan Israel dan Mesir untuk meringankan blokade di wilayah 140 mil persegi selama satu dekade ini yang telah menyebabkan krisis kemanusiaan dan hampir memenjarakan penduduk. Tetapi baik Israel atau Mesir tidak langsung mengubah kebijakan mereka.

Sementara itu, Hamas menghadapi perselisihan internalnya terhadap kenaikan pajak dan kondisi kehidupan yang sangat buruk. Seorang pejabat Hamas berbicara kepada kantor berita Agence France-Presse bahwa mereka membantah kelompoknya berada di balik serangan roket tersebut.

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan bahwa tembakan roket tersebut merupakan salah satu serangan terjauh dengan jangkauan 75 mil yang pernah dilakukan oleh gerilyawan di Gaza.

Natanyahu mengatakan bahwa Israel akan melakukan apa pun untuk membela rakyat dan mempertahankan negaranya.

Kunjungan Natanyahu ke Washington merupakan salah satu tanda bahwa dirinya menjalin hubungan yang dekat dengan Trump. Trump pada hari Senin secara resmi menandatangani surat proklamasi atas kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan, sebuah dataran tinggi yang direbut Israel dari Suriah pada tahun 1967. (RM)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *