Partai Usungan Militer Thailand Menangkan Pemilu

Partai Usungan Militer Thailand Menangkan Pemilu

Thailand baru saja melakukan pemilihan umum untuk menentukan anggota parlemen. Nantinya anggota parlemen akan memilih seorang perdana menteri.

Warga Thailand Gelar Pemilu Pertama Sejak Kudeta

Konten.co.id (Thailand) – Abishit Vejjajiva, mantan Perdana Menteri Thailand telah mengumumkan pengunduran dirinya pada pukul 22.20 waktu Thailand setelah perolehan suara yang didapatkan oleh partainya rendah dalam pemilihan umum.

Partai Demokrat yang diketuai oleh Abhisit, menerima sekitar 2,98 juta suara. Partai ini berada di posisi kelima setelah perhitungan tidak resmi.

Abhisit mengatakan kepada The Associated Press pekan lalu bahwa dia akan mengundurkan diri jika partainya mendapatkan kurang dari 100 kursi di DPR. Diperkirakan Demokrat mungkin mendapatkan sekitar setengah atau kurang dari jumlah tersebut.

Komisi Pemilihan Umum Thailand mengatakan bahwa partai yang didukung oleh militer telah memimpin dalam pemilihan pertama negara itu pada tahun 2014.

Pada pukul 21.40 waktu setempat, 89 persen suara telah dihitung. Hasilnya menunjukkan partai Palang Pracharat mendapatkan 7 juta suara, partai Pheu Thai 6,6 juta suara, dan partai baru Future Forward yang populer di kalangan anak muda telah mengumpulkan hampir 4,8 juta suara. Perhitungan suara menunjukan pemimpin kudeta dan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocah memiliki kesempatan untuk tetap berkuasa.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, kepala militer yang memimpin kudeta 2014, berharap untuk dapat melanjutkan posisinya sebagai perdana menteri melalui partai politik yang didukung oleh militer.

Sekitar 51 juta warga Thailand memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum pada pukul 08.00 pagi waktu setempat hari Minggu kemarin. Mereka memilih anggota parlemen yang beranggotakan 500 orang.

Sebanyak 350 anggota parlemen dipilih dari pemilihan konstitusi dan 150 anggota berdasarkan jumlah perolehan suara. 500 orang itu dikombinasikan dengan 250 anggota Senat yang ditunjuk oleh junta atau dewan pemerintahan yang akan memutuskan perdana menteri selanjutnya.

Tempat pemungutan suara ditutup pada pukul 17.00 waktu setempat dan hasilnya diperkirakan akan keluar pada minggu malam.

Pemilihan ini merupakan babak terakhir dalam pertarungan selama hampir dua dekade antara tim konservatif termasuk militer dan tim politik Thaksin Shinawatra, yang merupakan mantan perdana menteri tahun 2001-2006. (RM)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *