Parlemen Inggris Berulang Kali Gagalkan Brexit

Parlemen Inggris Berulang Kali Gagalkan Brexit

Inggris masih belum menentukan langkah keluar atau tidak dari Uni Eropa. Alternatif pilihan yang dibuat parlemen, tak ada yang dipilih.

Brexit Tak Jelas, Uni Eropa Beri Perpanjangan Hingga 12 April

Konten.co.id (Inggris) – Tidak ada satupun yang berhasil diraih dari delapan alternatif Brexit yang dibuat oleh Parlemen Inggris. Mayoritas mendukung kesepakatan Perdana Menteri May adalah yang terbaik.

Dilansir dari Time, Anggota Parlemen Inggris mengambil kendali atas proses Brexit pada hari Rabu (28/3/2019) untuk mencoba memecahkan kebuntuan atas kesepakatan Brexit May yang telah ditolak dua kali oleh Parlemen.

Delapan alternatif tersebut antara lain keluar dari Uni Eropa (UE) tanpa kesepakatan, tetap berada dalam kesatuan UE pasca-Brexit, mengadakan referendum kedua, hingga membatalkan Brexit.

Mereka memberikan suara terhadap delapan pilihan alternatif Brexit.

Delapan alternatif tersebut antara lain keluar dari Uni Eropa (UE) tanpa kesepakatan, tetap berada dalam kesatuan UE pasca-Brexit, mengadakan referendum kedua, hingga membatalkan Brexit.

Dilansir dari Reuters, faktanya dalam pemungutan suara kali ini tidak ada satupun opsi Brexit yang mayoritas dipilih oleh anggota parlemen Inggris. Menurut menteri Brexit Sephen Barclay, opsi dari May adalah pilihan yang terbaik.

Kesepakatan May berarti Inggris akan meninggalkan pasar tunggal UE dan bea cukai serta badan-badan politik UE. Tetapi kesepakatan itu mensyaratkan beberapa aturan UE untuk berlaku.

Kecuali ada cara lain di waktu yang akan datang untuk memastikan tidak ada perbatasan yang dibangun kembali antara Irlandia Utara yang diperintah Inggris dan anggota UE Irlandia.

Banyak anggota partai konservatif keberatan dengan yang disebut sebagai serangan balik Irlandia ini, sehingga berisiko untuk Inggris terikat dengan UE selama bertahun-tahun.

Tetapi mengingat pilihan aternatif Brexit tidak menghasilkan apapun, hal ini lebih dipertimbangkan. Anggota Parlemen berencana untuk mempersempit opsi tersebut dan melakukan pemilihan pada hari Senin (1/4/2019).

Inggris awalnya akan meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret tetapi minggu lalu Uni Eropa memberikan perpanjangan hingga tanggal 12 April, untuk menemukan kesepakatan baru atau keluar dari UE tanpa kesepakatan.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May, bersumpah akan mundur jika anggota parlemen konservatif mendukung kesepakatan penarikan Inggris dari Uni Eropa atau Brexit. Ini merupakan upaya terakhirnya untuk membujuk anggota partai Konservatif untuk mendukungnya. (RM)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *