Nyeleneh, Dua Siswa di Purworejo Kaji Pipis Anak IPA dan IPS

Nyeleneh, Dua Siswa di Purworejo Kaji Pipis Anak IPA dan IPS

Anak IPA dan IPS sering jadi guyonan di kalangan masyarakat. Ada perbedaan yang tak bisa diungkapkan secara ilmiah. Namun kedua siswa asal Purworejo ini berhasil menjelaskan perbedaan itu secara ilmiah.

Siswa SMA Harus Baca, Ini Bedanya Urine Anak IPA dan IPS

Konten.co.id – Dua orang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Purworejo menorehkan prestasi membanggakan dalam kompetisi penulisan ilmiah untuk kalangan milenial dengan tajuk Indonesia Fun Science Award (IFSA) di Tangerang, Sabtu (9/3/2019).

Karya ilmiah itu dibuat cukup nyentrik dan nyeleneh. Kedua siswa bernama Ahmad Nur Muzakki (16) dan Mastri Imammusadin (17), membuat penelitian berjudul ‘Kajian Urine Siswa IPA dan IPS di SMA N 1 Purworejo’.

Penelitian mereka pun meraih juara kedua dalam IFSA yang digelar oleh Swiss German University (SGU). Perlombaan karya ilmiah itu baru pertama kali dilakukan pada tahun ini.

“Tentunya seneng, bangga, meskipun ini bukan yang terbaik tapi semua patut disyukuri,” kata Ahmad Nur Muzakki dilansir dari detikcom, Jumat (15/3/2019).

IFSA mensyaratkan pesertanya untuk mengangkat tema-tema penelitian yang unik, lucu, menyegarkan dan mungkin dianggap tidak bermutu.

Namun bertujuan untuk memecahkan masalah dan bisa bermanfaat.
Kedua siswa itu pun mendapatkan hadiah sebagai kenang-kenangan berupa cindera mata dan potongan biaya sekolah di Swiss German University.

“Dapat medali perak, jam tangan sama kalau mau sekolah di SGU dapat potongan pembayaran 75 persen sampai wisuda untuk semua fakultas,” imbuhnya.

Sementara Mastri Imammusadin mengaku tidak menyangka bakal meraih runner up dan berhasil mengalahkan kompetitor lainnya.

Kedua siswa kelas 11 jurusan IPA dan IPS itu mengaku memilih mengambil judul tersebut lantaran dianggap unik dan lucu. Namun demikian, kajian yang dilaksanakan bukan sekedar guyonan semata karena benar-benar melalui penelitian ilmiah dan hasilnya pun bisa dirasakan.

Dalam penelitian yang berlangsung selama dua hari itu, sedikitnya diambil masing-masing 10 siswa dari jurusan IPA dan IPS sebagai sampel.

Berdasarkan hasil observasi, terdapat perbedaan antara siswa IPA dan IPS.
Penelitian dilakukan dengan metode uji kimia yang meliputi pengukuran pH (tingkat keasaman) urine, pengamatan mikroskopik, uji glukosa dan uji protein dalam urine. Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pH dan glukosa urine siswa IPA lebih tinggi dari siswa IPS. 

Dengan penelitian tersebut, diharapkan dapat menemukan fakta yang logis dan ilmiah untuk memberikan gambaran nyata bagaimana perbedaan pola keseharian siswa IPA dan IPS berpengaruh terhadap kandungan urine.

Dengan prestasi yang diraih kedua siswa tersebut, sebagai guru pembimbing yang juga ikut mendampingi kompetisi, Trisni Atmawati mengaku bangga. Ia berharap agar kegiatan positif lain juga bisa diselenggarakan dan ke depan mampu mencetak peneliti-peneliti handal untuk masa depan Indonesia.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas capaian itu walaupun belum maksimal karena persiapan kami masih kurang. Kemarin dua siswa saya tersebut juga sempat sakit semua dan hampir membatalkan keikutsertaan di final, namun alhamdulillah akhirnya bisa ikut,” kata Trisni. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *