Nama Khofifah Masuk Pusaran Kasus Romi

Nama Khofifah Masuk Pusaran Kasus Romi

Nama Gubernur Jawa Timur yang juga mantan Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa disebut romi soal rekomendasi pengisian jabatan di Kemenag.

Romi Sebut Khofifah Ikut Berikan Rekomendasi, KPK Siap Bergerak

Konten.co.id – Nama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa terseret dalam pusaran kasus mantan ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy.

Dilansir Republika, Romi menyebut nama Khofifah Indar Parawansa ikut memberikan rekomendasi terhadap dirinya bahwa Haris adalah benar-benar orang yang berkualitas dan berkompeten. Haris merupakan salah satu dari tiga tersangka dalam perkara dugaan jual beli jabatan di Kemenag RI yang menjerat Romi

“Saya meneruskan aspirasi, misalnya, contoh saudara Haris Hasanuddin. Memang dari awal saya menerima aspirasi itu dari ulama seorang Kiai, Kiai Asep Saifuddin Halim yang dia adalah seorang pimpinan ponpes besar di sana, dan kemudian ibu Khofifah Indar Parawansa, misalnya, beliau Gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan ‘mas Romi, percayalah dengan Haris, karena Haris ini orang yang pekerjaannya bagus’. Sebagai gubernur terpilih pada waktu itu beliau mengatakan ‘kalau mas Haris saya sudah kenal kinerjanya, sehingga ke depan sinergi dengan pemprov itu lebih baik’. Nah, misalnya meneruskan aspirasi itu dosa? terus kita ini mengetahui kondisi seseorang dari siapa? Tetapi kan itu tidak kemudian menghilangkan proses seleksinya,” kata Romy.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yaitu Romi diduga sebagai penerima suap. Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Muhammad Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Romy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Diketahui, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Dilansir tirto.id, imbas dari pernyataan Romi tersebut membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memeriksa relevansi pernyataan Romi soal keterkaitan mantan menteri sosial itu dalam proses pengisian jabatan di Kementerian Agama.

“Bisa saja orang-orang menyebut nama siapa pun. Namun tentu KPK punya tanggung jawab untuk melihat ada atau tidak relevansinya dengan pokok perkara,” kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat (22/3/2019).

Lanjutnya, KPK mempersilakan mantan Ketua Umum PPP itu mengajukan diri menjadi justice collaborator atau tersangka yang bekerja sama dengan penyidik. 

“Tapi ingat, informasi yang disampaikan tentu harus informasi yang benar, informasi yang didukung juga dengan bukti yang lain, dan informasi itu jangan setengah hati,” kata Febri.

Romahurmuziy membantah adanya jual beli jabatan di Kementerian Agama. Dirinya mengaku hanya meneruskan aspirasi mengenai sosok yang cocok menempati suatu jabatan ke pihak Kementerian Agama.

“Banyak sekali, pihak-pihak yang menganggap saya sebagai orang yang bisa menyampaikan aspirasi tersebut kepada pihak-pihak yang memang memiliki kewenangan,” kata Romy di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat (22/3/2019).

Menurut Romi, selain dari Khofifah, rekomendasi terhadap Haris Hasanuddin juga datang dari sejumlah ulama. Salah satunya Kiai Asep Saifuddin Halim.

Meski demikian, Romi mengklaim hanya menyampaikan aspirasi, sementara proses seleksi tetap berjalan. Ia pun mengaku tidak pernah ikut campur dalam proses seleksi.

Romi pun mengatakan, hal ini tak hanya ia lakukan di Kementerian Agama tetapi juga di lembaga lainnya.

“Bukan hanya di Kementerian Agama, tentunya, di lingkungan yang lain pun kalau menyampaikan kan biasa,” katanya. (ME)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *