Murid SD di Birmingham Diberi Pelajaran LGBT

Murid SD di Birmingham Diberi Pelajaran LGBT

Murid SD di Birmingham, Inggris diberi pelajaran tentang hubungan sesama jenis. Namun para orang tua murid menolak pelajaran tersebut.

Orang Tua Keluarkan Anaknya Dari Sekolah Gara-gara Kurikulum Hubungan Sesama Jenis

Konten.co.id (Inggris) – Sekolah dasar di Inggris yang mengajarkan muridnya tentang lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) sebagai bagian dari suatu program menentang homofobia telah dihentikan. Hal itu dilakukan setelah orang tua protes dan mengeluarkan anaknya.

Komunitas sekolah Parkfield di Birmingham mendapatkan protes dari para orang tua. Mereka mengklaim bahwa Parkfield telah menyebarkan gaya hidup homo dan transgender.

Isu ini pertama kali diangkat oleh Fatima Shah yang mengeluarkan anak perempuannya yang berusia 10 tahun dari sekolah.

Anak-anak yang berusia sampai 6 tahun diajarkan lima mata pelajaran tentang LGBT dalam setahun. Salah satunya adalah topik mengenai persyaratan Undang-Undang Kesetaraan.

“Anak-anak terlalu muda untuk diajarkan tentang pernikahan sesama jenis dan hak-hak LGBT di kelas,” ujar Fatimah seperti dikutip dari The Guardian.

Para orang tua berkata bahwa pada hari Jumat sekitar 600 anak-anak muslim yang berumur sekitar 4 dan 11 tahun telah ditarik. Tetapi sekolah tidak mengonfirmasi berapa tepatnya jumlah siswa yang keluar dari sekolah.

Anak-anak yang berusia sampai 6 tahun diajarkan lima mata pelajaran tentang LGBT dalam setahun. Salah satunya adalah topik mengenai persyaratan Undang-Undang Kesetaraan.

Buku yang dibaca oleh para siswa merupakan cerita tentang pernikahan dan hubungan sesama jenis. Contohnya Mommy, Mama and Me dan King & King.

Bulan lalu, The Guardian melaporkan bahwa asisten kepala sekolah telah dipaksa untuk mempertahankan pelajaran tersebut. Padahal sebanyak 400 mayoritas muslim menandatangani petisi yang berisi agar pelajaran tersebut dikeluarkan dari kurikulum.

Sekolah menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud untuk melanjutkan mata pelajaran tersebut pertengahan semester ini. Mata pelajaran tersebut akan dilanjutkan setelah berdiskusi dengan para wali murid.

Sebuah surat dikeluarkan oleh dewan wali Excelsior Multi Academy Trust, pengelola sekolah, yang isinya menerangkan bahwa diskusi adalah langkah pertama yang dapat membantu dan mengidentifikasi masalah utama, termasuk orang tua, buku-buku, ketepatan usia, pelajaran dan majelis.
Hasil pertemuan yang disepakati adalah diskusi mengenai mata pelajaran LGBT dengan komunitas dan bagaimana kurikulum tersebut disampaikan.

Ketua parlemen sekolah Birmingham, Shabana Mahmood mengatakan bahwa para orang tua tidak menentang pengajaran hubungan dan sex. Tapi mereka merasa bahwa anak-anak terlalu muda untuk diajarkan hal-hal tersebut.

Liam Byrne menyarankan kepada para orang tua, pemimpin agama di Komunitas muslim dan kelompok hak asasi LGBT Stonewall dapat bekerja bersama dalam kurikulum.

Menteri sekolah, Nick Gibb mengatakan penting bagi sekolah untuk mempertimbangkan kepercayaan agama para siswa ketika memutuskan untuk memberikan topik tersebut dan memastikan topik tersebut ditangani dengan tepat. (RM)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *