Misteri Suara Gamelan di Selo Bonang

Misteri Suara Gamelan di Selo Bonang

Suara musik dari bebatuan ini menjadi magnet bagi wisatawan lokal dan mancanegara untuk datang. Banyak yang heran dengan suara gamelan dari batu-batu tersebut.

Selain Tempat Wisata, Selo Bonang Jadi Tempat Meditasi

Konten.co.id (Jember) – Selo Bonang merupakan nama sebuah batu, yang ditemukan warga di kawasan hutan di kaki pegunungan Argopuro di Dusun Sumbercandik, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember Jawa Timur. 

Selo Bonang adalah bebatuan dengan keunikan yang khas, dapat berbunyi seperti alat musik gamelan, dengan enam jenis suara. Meski tergolong tempat wisata baru di Jember, namun Selo Bonang sudah dikenal wisatawan lokal hingga mancanegara.

Banyak pengunjung berdatangan yang hanya ingin mendengarkan suara musik Selo Bonang. Apalagi di tangan para seniman, atau mahasiswa yang bersama-sama membunyikan, lantunan suara yang muncul dari batu itu seperti suara grup musik gamelan.

Selain karena tempatnya yang indah, banyak wisatawan yang bermalam, untuk rileksasi, bermeditasi atau bertapa. Bahkan pengunjung beranggapan bahwa tempat tersebut, menyimpan kekuatan spiritual, sehingga sangat cocok untuk bertapa.

“Biasanya yang datang untuk bermeditasi atau bertapa adalah para paranormal, pada bulan syuro,” tutur Hadi Purnomo, penemu sekaligus pemilik tanah Selo Bonang, beberapa waktu lalu.

Banyak pengalaman spiritual pengunjung di Selo Bonang, mulai terasa sangat dingin, sehingga menghentikan meditasinya. Namun setelah keluar dari Selo Bonang, suasananya kembali Normal.

“Selo Bonang sering menjadi tujuan untuk meditasi. Pengalaman mereka yang melakukan praktek Suwung atau meditasi di tempat ini mampu mengembalikan spiritualitas dalam dirinya. Ya katanya mampu melepas penat dan keletihan batin di sepanjang perjalanan hidupnya,” kata Hadi.

Hadi mengatakan, mereka yang melakukan meditasi mengalami keheningan, kedamaian, dan harmoni. Ketika keadaan ini terjadi, suatu kondisi kedamaian yang lembut dan halus menembus diri kita.

“Kita menjadi terbebas dari beban pikiran akibat aktivitas hidup yang banyak membelenggu pikiran. Tubuh secara alami menuju titik harmoninya, energi-energi diseimbangkan,” ucap Hadi.

Juru kunci Selo Bonang, Burali alias pak Gunem (70) mengatakan, banyak mendengar cerita aneh yang dialami pengunjung yang bermalam di tempat tersebut.

“Pada malam hari, di sekitar batu tersebut mengeluarkan cahaya. Kalau berada di luar Selo Bonang suasana gelap jika malam hari, dan harus membawa lampu penerangan. Namun kalau berada di sekitar Selo Bonang, jalan di sekitar batu Selo Bonang kelihatan, meski tanpa lampu,” tutur Pak Gunem.

Selain itu, ada kejadian seorang mahasiswa datang ketempat tersebut, datang pada malam hari. Dia mau mencoba musik Selo Bonang.

Namun saat sampai ke lokasi, dia lari tergopoh-gopoh. Karena begitu mendekati Selo Bonang, terdengar bunyi gamelan seperti ada yang memainkan Selo Bonang. “Padahal saat itu tidak ada yang main Selo Bonang,” ujar Pak Gunem. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *