Mencermati Pentingnya Pemantau Internasional di Pemilu

Mencermati Pentingnya Pemantau Internasional di Pemilu

Pemantau Pemilu internasional digaungkan untuk mengawasi jalannya pesta demokrasi. Namun belum ada kepastian dari KPU meski sudah memberi lampu hijau.

BPN Bakal Undang Pemantau Internasional, KPU Beri Lampu Hijau

Konten.co.id – Tagar #INAelectionObserverSOS yang sempat menjadi trending topik dunia pada pekan ini mulai berdampak. Tagar itu menginginkan agar ada pemantau Pemilu dari dunia internasional.

Menurut warganet, penyelenggara Pemilu harus mendapat pengawasan. Bahkan muncul istilah ‘wasit sudah ikut campur’ dalam Pemilu kali ini.

Djoko menilai, pemantau pemilu dari luar negeri sangat penting untuk memastikan pemilu agar berjalan jujur dan adil.

Hal itu jadi acuan agar Pemilu 17 April 2019 bisa lebih adil. Baik bagi paslon 01 atau 02.

Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso mengatakan, ada sekitar 23 negara Uni Eropa yang ingin menjadi pemantau Pemilu.

Mereka menawarkan diri untuk memantau Pilpres dan Pileg. Ke 23 negara itu menawarkan diri ke BPN Prabowo-Sandi.

“Mereka siap jika diminta menjadi pemantau Pemilu,” kata Djoko dilansir dari Merdeka.com, Jumat (22/3/2019).

Djoko menilai, pemantau pemilu dari luar negeri sangat penting untuk memastikan pemilu agar berjalan jujur dan adil.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh penyelenggara pemilu agar potensi masalah di kemudian hari dapat teratasi. Salah satunya adalah melibatkan pemantau dari luar negeri.

“Berapa jumlah pemantau luar negeri yang dibutuhkan pada Pemilu nanti. Diserahkan sepenuhnya soal teknis pemantau Pemilu luar negeri ke KPU,” ucapnya.

Dilansir dari JawaPos.com, isu pemantau Pemilu internasional sebenarnya sudah isu lama. Bahkan kedua kubu sudah menyepakati adanya pemantau dari luar negeri.

Direktur Kampanye Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Benny Rhamdani sepakat dengan usulan pemantau Pemilu internasional.

Menurutnya sebagai negara demokrasi, adanya pemantau dari luar negeri merupakan sesuatu hal yang bisa diterima.

“Itu bukan masalah bagi kami, karena kita adalah negara yang sangat menghormati demokrasi dan membuka diri kepada siapapun yang ikut terlibat di dalam pantauan pilpres, sepanjang itu memenuhi peraturan perundang-undangan,” ucapnya, Sabtu (15/12/2018).

Pengamat Politik, Rocky Gerung menilai, saat ini legitimasi pemilu makin tergerus. Rocky menyebut ada aroma curang dalam gelaran pemilu kali ini.

“Legitimasi pemilu makin defisit. Gejala kecurangan makin kentara,” tulisnya dalam akun twitternya belum lama ini.

Menurutnya, penting ada pihak dari luar negeri dan independen memantau proses pemilu.

“Saya kira penting lembaga pemantau independen internasional ikut mengawasi. Demi transparansi demokrasi,” tulisnya lagi.

KPU RI mempersilakan BPN Pabowo-Sandi mengundang secara terbuka beberapa pengamat dan pengawas internasional untuk memantau Pilpres 2019.

“Baik gagasan tersebut, tak masalah,” ujar Komisioner KPU Wahyu Setiawan dikutip dari Tirto, Rabu (20/3/2019).

Menurut Wahyu, selama ini KPU juga sering mendapatkan undangan dari negara-negara lain untuk melihat langsung proses Pemilu di sana. KPU bahkan berencana untuk mengundang pemantau Pemilu dari negara lain.

“KPU memang merencanakan akan mengundang pemantau dari berbagai negara untuk hadir pada 17 April 2019,” kata Wahyu. (FW)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *