LIPI Soroti Dalih Eksplorasi Sebagai Eksploitasi Alam

LIPI Soroti Dalih Eksplorasi Sebagai Eksploitasi Alam

Banyak alam yang memiliki keindahan yang kemudian digunakan sebagai tempat wisata dengan dalih eksplorasi. Namun justru, tidak sedikit hal itu berdampak terhadap eksploitasi alam.

LIPI Soroti Perilaku Manusia Terhadap Alam

Konten.co.id  – Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI, Intan Suci Nurhati, mengatakan manusia punya peranan penting dalam menjaga keutuhan makhluk hidup yang ada di sekitarnya. Diantara makhluk hidup yang seharusnya dijaga namun kerap terlupakan adalah terumbu karang.

“Pulau Seribu di Jakarta merupakan salah satu kawasan wisata yang unik. Sebuah kepulauan yang dulu tingkat penghuninya (biofisik) tinggi. Tapi sekarang setengahnya sudah hilang karena ada tekanan pencemaran (antropogenik), dan terkena fenomena perubahan iklim serta polusi,” katanya di Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019, dilansir VIVA.

Tetapi, Intan mengaku tidak bisa mengklaim wilayah Indonesia mana yang terumbu karangnya mengalami kerusakan parah. Hal ini tergantung pada manusia yang hidup di sana, apakah mereka peduli terhadap makhluk yang hidup berdampingan.

Tidak hanya penduduk yang tinggal di pinggir pantai, namun mereka yang hidup di darat pun memiliki pengaruh terhadap laut.

Intan menyayangkan mentalitas masyarakat yang menganggap bahwa laut adalah tempat pembuangan.

Pola pikir itu yang harus diubah, sehingga untuk menjaga kelestarian alam tidak harus dijaga oleh masyarakat yang tinggal di sekitar. Intan menyebutkan contoh kasus dimana tidak semua bisnis di sekitar laut sifatnya merusak.

Contohnya, tentang kehadiran perusahaan kerang mutiara yang menjaga kawasan agar laut di sekitar tidak terkontaminasi dengan kandungan sianida. Secara tidak sengaja, terang Intan, perusahaan ini justru menjaga meskipun skalanya masih kecil dan tujuannya untuk bisnis.

“Keuntungan nyata tidak hanya berhenti di ekologi. Mereka juga menyerap begitu banyak tenaga kerja. Mulai dari yang tidak punya keahlian sampai memiliki keahlian khusus. Intinya ekologi dan ekonomi harus saling berjabat tangan,” ujarnya.

Sedangkan untuk terumbu karang yang sifatnya masih bagus ada di Bali dan Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di mana di kedua wilayah itu banyak lokasi wisata yang sifatnya eksklusif seperti resor. “Artinya, sedikit wisatawan yang datang tapi mereka sadar apa yang harus dijaga,” jelasnya. (ME)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *