Korban Tewas Aksi Brutal di Selandia Baru Jadi 49 Orang

Korban Tewas Aksi Brutal di Selandia Baru Jadi 49 Orang

Jumlah korban tewas akibat aksi penembakan di Selandia Baru terus bertambah. Kepolisian Selandia Baru mengonfirmasi jumlah korban tewas mencapai 49 orang.

Dua WNI Tertembak Saat Penembakan di Masjid Selandia Baru

Konten.co.id (Selandia Baru) – Kepolisian Selandia Baru menyebut korban tewas dalam aksi penembakan di dua masjid di Kota Christchurch bertambah menjadi 49 orang.

Sebanyak dua warga Indonesia mengalami luka tembak dalam penembakan brutal tersebut. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan ada enam warga Indonesia yang berada di lokasi saat penembakan terjadi di Masjid Al Noor.

“Ada enam WNI yang berada di masjid tersebut, tiga di antaranya sudah confirm menyelamatkan diri. Kita sedang mencari informasi 3 WNI lainnya,” ujar Retno dilansir dari BBC.com, Jumat (15/3/2019).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir dalam keterangan tertulis, menyebut dua WNI yang mengalami luka tembak adalah ayah dan anak.

“Kondisi ayah di ICU dan anaknya di ruang rawat inap di rumah sakit yang sama, yaitu Christchurch Public Hospital,” ucap Arrmanatha.

KBRI Wellington terus berkordinasi dengan otoritas setempat, kelompok WNI dan rumah sakit di Christchurch.

Kemlu mengecam keras aksi keji itu. Apalagi dilakukan di Masjid Christchurch, Selandia Baru. Berdasarkan data Kemlu RI, terdapat 331 WNI di Christchurch, termasuk 134 mahasiswa.

Komisaris Polisi Mike Bush mengatakan jumlah korban meninggal dunia akibat penembakan di dua masjid telah bertambah menjadi 49 orang.

Sebelumnya, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengungkap bahwa terdapat sedikitnya 40 orang tewas dibunuh. Kejadian ini bisa digambarkan sebagai serangan teror.

Menurut Ardern, 30 orang meninggal dunia di Masjid Al Noor. Sedangkan 10 lainnya tewas di Masjid Linwood. Selain korban tewas, ada 20 orang mengalami cedera.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengonfirmasi bahwa salah satu pelaku merupakan warga Australia. Menurutnya, pelaku adalah teroris keji ekstrem kanan.

Komisaris polisi, Mike Bush, membenarkan pihaknya menemukan dua bom rakitan yang dipasang di kendaraan milik pelaku. “Barang-barang itu telah diamankan oleh aparat keamanan”. (FW)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *