Keluarga dan Masa Depan Generasi Bangsa

Keluarga dan Masa Depan Generasi Bangsa

Keteladanan dari orang tua dalam menerapkan nilai-nilai karakter terhadap anaknya menjadi bagian yang sangat penting di keluarga. Hubungan di antara keluarga, ayah, ibu, dan anak sangat harmonis.

Pola Asuh Anak Peran Besar Keluarga

Oleh Dr. Budi Suhardiman, M.Pd

Keluarga merupakan sistem sosial terkecil, yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Perannya sangat penting bagi pendidikan anak. Pendidikan anak di sekolah sangat ditentukan oleh pendidikan di keluarga. Keberhasilan dan kegagalan anak dalam mengenyam pendidikan di sekolah lebih banyak ditentukan oleh pendidikan di keluarga.

Bahkan dapat dikatakan masa depan generasi bangsa sangat tergantung pada pola asuh dan pendidikan yang dilakukan di keluarga oleh para orang tua. Keluarga merupakan miniatur negara. Jika keluarga-keluarga di Indonesia sukses dan benar dalam mendidik anak, maka masa depan bangsa Indonesia akan semakin jaya.

Kasus-kasus kenakalan anak di sekolah, seperti membolos, semangat belajar berkurang, suka menggangu temannya, tidak fokus pada pembelajaran, dan lain-lain ternyata akibat dari kurang mendapat perhatian dari orang tua. Namun tidak semua keluarga mengetahui bahwa berbagai perilaku menyimpang anaknya di sekolah akibat dari kurang perhatian di rumah.

Sebaliknya, anak yang sukses dalam pendidikan di sekolah, bahkan berhasil menjadi orang sukses di masyarakat tidak lepas dari peran orang tua dalam mendidik anaknya di rumah. Anak-anak yang sukses biasanya pendidikan di keluarganya bagus. Mendapat perhatian yang penuh dari orang tuanya.

Keteladanan dari orang tua dalam menerapkan nilai-nilai karakter terhadap anaknya menjadi bagian yang sangat penting di keluarga. Hubungan di antara keluarga, ayah, ibu, dan anak sangat harmonis.

Melihat begitu pentingnya peran keluarga dalam mendidik anak, maka perlu ada upaya dari semua pihak untuk penguatan perannya dalam mendidik anak di rumah. Penguatan itu bisa terstruktur melalui lembaga pemerintah, LSM, Ormas, dan lain-lain.

Upaya yang bisa dilakukan secara terstruktur di antaranya (1) merevitalisasi peran dan fungsi pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK), (2) menyadarkan orang tua siswa bahwa mendidik anak itu tugas bersama antara orang tua, masyarakat, dan sekolah; (3) adanya buku penghubung antara sekolah dan orang tua siswa; dan (4) gerakan parenting day.

Revitalisasi PKK

Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tidak dimaknai hanya sekedar tempat kumpulnya ibu-ibu. Namun harus dimaknai sebagai tempat untuk menimba ilmu dalam mengurus rumah tangga. Di dalam PKK inilah kaum ibu saling berbagi pengalaman dalam membina rumah tangga, terutama dalam ikut serta mendidik putra-putrinya di rumah.

Beragamnya latar belakang dan pengalaman ibu-ibu dalam mendidik putra-putrinya di rumah akan memperkaya semua anggota PKK. Dengan demikian akan terjadi saling membelajarkan di antara semua anggota PKK.

Sepuluh program PKK yang dicanangkan pemerintah harus benar-benar dipahami dan dimplementasikan oleh semua anggota PKK. Inti dari sepuluh program PKK tersebut yaitu pendidikan dan keterampilan. Pendidikan yang dimaksud tidak hanya pendidikan yang bersifat fisik berupa keterampilan-ketarampilan yang harus dimiliki oleh para ibu, tetapi yang paling penting yaitu pendidikan karakter anak.

Para ibu harus memahami dan mampu menerapkan pendidikan karakter pada anaknya di rumah. Upaya yang paling ampuh dalam menerapkan pendidikan karakter di rumah yaitu melalui keteladanan yang dicontohan oleh kedua orang tua.

Pendidikan karakter bukan untuk diajarkan, tetapi harus dicontohkan. Contoh yang paling nyata adalah membina hubungan yang baik antara ayah dan ibu. Pertengkaran atau konflik yang terkadang terjadi antara suami dan istri jangan sampai anak tahu. Harus dibangun komunikasi yang terbuka dan penuh kasih sayang antara orang tua dan anak.

Segala permasalahan yang dihadapi anak, jika komunikasi sudah dibangun dengan baik, biasanya anak akan terbuka menyampaiannya. Ini penting untuk bahan orang tua dalam mengambil keputusan pembinaan yang akan dilakukan. Ketercapaian sembilan program yang lainnya sangat ditentukan oleh pendidikan dan keterampilan.

Oleh karena itu, pendidikan dan keterampilan harus dipahami oleh setiap anggota PKK. Bahkan setiap anggota PKK harus menjadi pelopor atau suri tauladan bagi keluarga lainnya. Setiap anggota PKK harus mampu memberikan pencerahan atau mengajak kepada keluarga lainnya betapa pentingnya pendidikan dan keterampilan di keluarga. Pendidikan dan keterampilan di keluarga harus dipahami sebagai dasar untuk kesuksesan pendidikan putra-putrinya di sekolah.

Menyadarkan Orang Tua Siswa

Orang tua harus disadarkan bahwa pendidikan anak itu tugas bersama antara orang tua, masyarakat, dan sekolah. Selain itu, orang tua harus sadar bahwa pendidikan yang pertama dan utama itu terjadi di keluarga.
Kesadaran orang tua bisa datang dari dirinya sendiri setelah mendapat berbagai pengalaman atau pengetahuan dari berbagai sumber informasi. Kesadaran orang tua bisa juga diupayakan dari luar melalui berbagai kegiatan.

Kegiatan-kegiatan tersebut di antaranya seminar tentang pembinaan keluarga, pengajian-pengajian rutin, ceramah keagamaan, pola asuh anak, dan testimoni dari keluarga yang sukses dalam mendidik putra-putrinya.

Adanya Buku Penghubung

Setiap perilaku, prestasi, peristiwa, dan kejadian yang dialami siswa di sekolah sebaiknya diketahui oleh orang tua. Hal ini penting agar orang tua siswa ikut memperhatikan apa saja yang dialami putra-putrinya di sekolah.

Bahkan informasi ini dapat dijadikan acuan orang tua siswa dalam melakukan pembinaan di rumah. Informasi itu dapat disampaikan melalui buku khusus yang disiapkan sekolah. Buku itu sering kita sebut dengan istilah buku penghubung. Setiap hari buku itu dibawa ke rumah untuk diketahui dan ditandatangani orang tua siswa.

Orang tua di dalam buku penghubung tersebut bisa saja menuliskan berbagai informasi terkait dengan anaknya kepada pihak sekolah. Informasi tersebut akan digabungkan dengan berbagai perilaku atau aktivitas siswa di sekolah, sehingga pihak sekolah memiliki banyak informasi terkait dengan anak yang bersangkutan.

Semua informasi itu akan dijadikan bahan pembinaan atau penguatan selanjutnya. Dengan demikian akan terjadi pola komunikasi yang baik antara orang tua dengan pihak sekolah.

Di era modern seperti sekarang ini informasi itu bisa disampaikan melalui email, WA, instagram, web sekolah, facebook, dan lain-lain. Apapun media yang digunakan untuk menyampaikan informasi tersebut, intinya orang tua harus selalu respon terhadap berbagai kejadian yang dialami putra-putrinya di sekolah. Dengan demikian siswa merasa diawasi tidak hanya oleh guru-gurunya di sekolah, tetapi orang tuanya juga di rumah ikut memperhatikannya.

Gerakan Parenting Day

Gerakan parenting day harus menjadi program unggulan sekolah. Parenting pada hakikatnya merupakan sebuah proses pendidikan yang dilaksanakan oleh keluarga dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia. Sumber-sumber tersebut di antaranya yang ada di keluarga dan lingkungan, termasuk di lingkungan sekolah. Parenting sebagai proses interaksi berkelanjutan antara orang tua dan anak-anak mereka.

Parenting day mengandung makna sehari orang tua bersama sekolah memperhatikan segala aktivitas putra-putrinya di sekolah. Hal ini bukan berarti hari-hari lain orang tua dan sekolah tidak memperhatikan siswa, tetapi mengandung makna bahwa pengawasan dan pembelajaran tidak hanya tugas sekolah, tetapi orang tua juga harus ikut mengawasinya. Di dalam parenting day orang tua diundang ke sekolah untuk bersama-sama berinteraksi dengan guru-guru dan warga sekolah lainnya. Bahkan orang tua duduk bersama di kelas dengan putra-putrinya mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru.

Orang tua siswa harus diberi kemudahan akses terhadap pembelajaran di sekolah. Pembelajaran yang dilakukan guru di sekolah sesekali harus disaksikan orang tua siswa. Ini penting sebagai bentuk akuntabilitas sekolah kepada orang tua. Selain itu sebagai bentuk kerjasama pihak sekolah dengan orang tua dalam memperhatikan putra-putrinya belajar di sekolah. Orang tua tidak hanya memperhatikan putra-putrinya di rumah, tetapi di sekolahpun ikut memperhatikan.

Parenting day sebuah upaya dari sekolah agar siswa merasa diperhatikan oleh berbagai pihak. Dengan demikian perilaku-perilaku menyimpang yang sering dilakukan oleh para siswa bisa dikurangi. Bahkan parenting day dapat dijadikan ajang silaturami antara guru dengan orang tua. Cag!

Penulis adalah Kepala SMP Negeri 2 Garut.

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *