Kebijakan Brexit Inggris Diprotes Warga

Kebijakan Brexit Inggris Diprotes Warga

Warga Inggris ramai-ramai menandatangani penolakan kebijakan Brexit yang dikeluarkan pemerintah.

Warga Mendesak Pemerintah Agar Inggris Tetap Bergabung dengan Uni Eropa

Konten.co.id – Situs web resmi petisi pemerintahan Inggris crash pada Kamis (21/3/2019) setelah petisi untuk pembatalan Brexit atau singkatan dari ‘Britain Exit’  dari UE berhasil mengumpulkan 600.000 tanda tangan.

Dilansir dari Guardian, petisi tersebut menerima sekitar 1.500 tanda tangan setiap satu menitnya sebelum situs tersebut mengalami crash pada pukul 9 pagi waktu AS. Lalu di pertengahan sore, situs itu pulih kembali dan jumlah tanda tangan naik menjadi lebih dari 1.800.000.

Petisi itu meminta pemerintah agar mencabut pasal 50 dan mempertahankan Inggris di Uni Eropa (UE). Disebutkan: “Pemerintah berulang kali mengklaim bahwa keluar dari UE adalah kehendak rakyat. Kite harus menghentikan pernyataan ini dengan membuktikan kekuatan publik untuk tetap di UE. Pemilihan rakyat mungkin tidak terjadi, jadi pilih sekarang.”

Petisi tersebut terkumpul pada Rabu (20/3/2019) malam setelah Perdana Menteri Theresa May membuat pidato di televisi dengan latar tempat keidamannya di 10 Downing Street. Dirinya menyalahkan anggota parlemen atas kebuntuan rumusan Brexit yang masih belum menemukan titik terang.

Dengan waktu yang tersisa delapan hari sebelum Inggris dijadwalkan meninggalkan Uni Eropa yaitu pada 29 Maret, tetapi negara tersebut masih belum menyelesaikan kesepakatan Brexit, berisiko Inggris keluar dari blok tanpa aturan formal masih ada.

Sehingga pada hari Rabu (20/3/2019) May menulis surat kepada Ketua Dewan Eropa Donald Tusk meninta untuk menunda Brexit. May bertemu dengan pemimpin Eropa yang dijadwalkan pada hari Kamis kemarin untuk dapat memveto permintaan tersebut.

UE harus meneriman permintaan itu agar Inggris tidak keluar dari UE tanpa kesepakatan pada 29 Maret mendatang. Tetapi satu-satunya pilihan menurut masyarakat Inggris adalah mencabut pasal 50, perangkat hukum yang digunakan Ingris untuk meninggalkan UE. Meskipun May menganggap pilihan tersebut tidak masuk akal.

Jika UE menerima penundaan Brexit ini, kemungkinan Brexit akan ditunda hingga 30 Juni. Jika tidak, masih ada kemungkinan Inggris keluar dari UE tanpa kesepakatan apapun pada 29 Maret 2019.

Dilansir dari Financial Time, Dewan Eropa menolak permintaan May untuk perpanjangan Brexit selama 3 bulan. Tetapi mereka berkomitmen untuk menyetujui perpanjangan Brexit hingga 22 Mei 2019 sebelum tanggal 29 asalkan perjanjian penundaan ini disetujui oleh House of Commons minggu depan. (RM)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan