Kamp Edukasi Uighur Larang Muslim Beribadah

Kamp Edukasi Uighur Larang Muslim Beribadah

Makan daging babi dan dilarang salat jadi kesaksian salah seorang Muslim Uighur. Namun pemerintah China membantah tudingan itu.

Kebebasan Beragama Muslim Uighur Dibatasi

Konten.co.id (China) – Umat muslim Uighur yang ditahan di tempat yang disebut “kamp edukasi” di China dipaksa untuk memakan daging babi, dilarang beribadah, atau menumbuhkan jenggot.

Omir Bekali mengatakan bahwa warga Uighur dan etnis minoritas lainya di provinsi Xianjang dibentuk untuk melepaskan keyakinan agama mereka. Ia hampir melakukan bunuh diri selama penahanannya di sana.

Pihak berwenang di kamp memanggil mereka sebagai “murid”. Para tahanan dipaksa untuk berbaris menghadap tembok dan menyanyikan lagu kebangsaan China selama setengah jam setiap paginya.

“Saya tidak pernah benar-benar ingin bernyanyi, tetapi karena diulang setiap harinya, (lagu) itu melekat,” ujar Omar kepada Hong Kong Free Press yang di lansir dari Independent.

“Bahkan setahun kemudian, musik itu masih berdengung di kepalaku”.

Lebih dari satu juta warga Uighur telah ditahan di provinsi Xianjang. Pemerintah China mengatakan mereka ditahan sebagai bentuk pencegahan terhadap ekstremisme agama dan terorisme.

Kekhawatiran terhadap kondisi di kamp sampai ke dunia internasional. Termasuk Swedia yang mengumumkan pada Kamis (21/3/2019), mereka akan memberi bantuan kepada pencari suaka Muslim Uighur.

Bekali lahir di Xinjiang dari orang tua asli Uighur dan Kazakh. Dia pindah ke Kazakhstan untuk bekerja pada tahun 2006.

Bekali ditahan di penjara pada Maret 2017 setelah kembali ke Xinjiang dengan tuduhan membantu terorisme. Setelah 7 bulan, dia dipindahkan ke kamp “re-edcation” di Karamay dan dirantai.

Setiap Jumat, umat Islam dilarang untuk beribadah Jumat dan menumbuhkan jenggot karena dianggap sebagai tanda ekstrimisme. Mereka juga dipaksa memakan daging babi yang diharamkan oleh agama Islam.

Satu-satunya bahasa yang diizinkan di kamp adalah bahasa China. Ketika Bekali menolak untuk mengikuti perintah, dia dihukum untuk berdiri menghadap dinding selama lima jam tanpa istirahat. Lalu dia dibawa ke sel isolasi dan tidak boleh makan selama 24 jam. 

Minggu ini China telah menanggapi kritik international yang berkembang dengan mengeluarkan laporan yang menyatakan bahwa mereka telah menahan 13.000 teroris dan memecah belah ratusan kelompok teroris di Xianjang. Mereka juga menggambarkan kamp-kamp di sana merupakan “boarding school” atau sekolah asrama. (RM)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *