Kades Cimareme Sebut Tak Tahu Aturan Kampanye

Kades Cimareme Sebut Tak Tahu Aturan Kampanye

Kepala Desa Cimareme, Kecamatan Banyuresmi, Garut dipanggil Bawaslu Garut usai membuat video ajakan untuk memilih salah satu calon presiden. Selain Kades, Sekdes Cimareme juga ikut dipanggil.

Video Ajakan Kades Cimareme Dukung Capres 01 Viral

Konten.co.id (Garut) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Garut memanggil Kepala Desa (Kades) Cimareme, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang membuat video ajakan memilih calon presiden nomor 01.

Selain Kades, Jajang Haerudin, Bawaslu juga memanggil Sekretaris Desa, Dedi Supriadi. Dedi menjadi saksi karena diduga menyebarkan video ajakan dari Kades Cimareme itu.

“Kami sudah memanggil Kades Cimareme sebagai terlapor dan Sekdesnya sebagai saksi. Untuk meminta klarifikasi dari video yang viral itu,” ujar Komisioner Bidang Penindakan Bawaslu Garut, Asep Nurjaman, Jumat (1/3/2019).

Pemeriksaan dilakukan selama dua jam, sejak pukul 10.00 WIB. Pemeriksaan dilakukan oleh Sentra Gakumdu dan memberi sekitar 20 pertanyaan.

Hasil keterangan itu akan menjadi bahan pertimbangan bagi Sentra Gakumdu untuk melakukan pembahasan kedua. Motif dari pembuatan video itu juga bisa diketahui setelah proses pemeriksaan selesai.

“Nanti hasilnya di pembahasan kedua. Aturan soal Kades sudah jelas di pasal 282 dilarang untuk menjadi pelaksana atau tim kampanye,” katanya.

Jika terbukti, Kades bisa dikenakan sanksi pidana Pemilu dengan kurungan penjaran satu tahun dan denda Rp 12 juta.

Jajang saat dimintai konfirmasi mengaku video itu dibuat secara spontan. Dia juga mengaku bukan orang pantai Namun Jajang mengaku jika video itu dibuat hanya untuk disebar di daerahnya saja.

“Mulanya hanya untuk daerah sendiri. Yang buat videonya pun bukan saya, tapi pak Sekdes,” ujar Jajang.

Ia menyebut tak tahu siapa orang yang menyebarkan video itu. Jajang membenarkan jika orang di dalam video merupakan dirinya.

“Isinya (video) seolah-olah saya mendukung salah satu calon. Yang viralkan video saya juga enggak tahu,” katanya.

Jajang membantah jika dirinya memerintahkan kepada Sekdes untuk menyebarkan video tersebut. Ia mengaku tak tahu aturan jika Kades dilarang mendukung salah satu calon di Pemilu.

“Kades kan bukan PNS jadi saya kira boleh (mendukung salah satu calon). Saya enggak tahu aturannya,” katanya. (FW)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *