Jaga Otak dari Skizofrenia Paranoid

Jaga Otak dari Skizofrenia Paranoid

Waspada dengan gejala skizofrenia. Berikut ciri-ciri skizofrenia yang bisa mungkin bisa dialami.

Skizofrenia Bisa Sebabkan Penderitanya Bunuh Diri

Konten.co.id – Jika Anda atau kerabat Anda merasa yakin sedang dibicarakan, dan curiga ada yang menyakiti berhati-hatilah. Sebab keduanya adalah gejala Anda sedang mengalami gangguan kejiwaan yang disebut skizofernia paranoid.

Penyakit tersebut sering menyerang orang yang mengalami beban pikiran yang berat.

Menurut dr. Cecilia Januette Setiawan Sp.KJ, dokter spesialis kejiwaan Bethsaida Hospital, Skizofrenia paranoid adalah gangguan jiwa berat yang ditandai dengan gangguan penilaian realita yaitu sulit membedakan antara kenyataan dan khayalan.

Skizofrenia paranoid terjadi karena ketidakseimbangan sistem kimia otak, salah satunya adalah neurotransmiter dopamin.

“Neurotransmiter dopamin adalah senyawa yang menghantarkan sinyal antar sel saraf atau antara sel saraf dengan sel lainnya. Jika senyawa tersebut terganggu maka kejiwaan kita akan ikut terganggu,” katanya.

Kata skizofrenia berakar dari bahasa Yunani, schizein atau terbelah dan phren- atau pikiran. Penderitanya akan memiliki kesulitan memproses pikirannya sehingga timbulah halusinasi, delusi, pikiran yang tidak jelas dan tingkah laku atau bicara yang tidak wajar.

Gejala-gejala halusinasi atau delusi tersebut dikenal sebagai psikotik yang menyebabkan penderitanya sulit berinteraksi dengan orang lain, bahkan menarik diri dari dunia luar.

“Gangguan ini bisa berat dan dapat menjadi kronis. Sebab penderitanya akan selalu mengalami ketakutan, hingga mereka menjadi gila dan ada juga kasus bunuh diri akibat penyakit tersebut,” imbuhnya.

Skizofrenia sendiri dapat dialami semua usia baik kanak-kanak hingga usia tua. Selain karena faktor lingkungan sosial, lanjutnya, faktor genetik diketahui berhubungan dengan timbulnya gangguan kejiwaan ini.

Menjaga kondisi ibu yang sedang mengandung tetap sehat dengan lingkungan emosi yang positif juga bisa dilakukan agar kondisi janin terjaga. “Biasanya jiwa orang tua terutama sang ibu akan menurun ke anak, sehingga keturunan ibu tersebut juga bisa terkena dampak yang sangat besar,” jelasnya.

Dikatakan Cecilia, meski tidak ada cara pasti untuk mencegah penyakit skizofrenia. Namun, pengobatan dini dapat membantu mencegah kekambuhan dan memburuknya gejala yang timbul akibat dari penyakit ini.

Bila Anda telah menduga mengalami skizofrenia, bicaralah ke dokter. Sebab, dokter akan langsung meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan.

“Psikoedukasi pada keluarga pasien juga harus dilakukan agar dapat memahami mengenai gangguan dan cara pengobatannya. Serta pada pasien setelah cukup tenang agar dapat mengenali dan mengelola gejalanya serta patuh minum obat” tukasnya. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *