Impor Bawang Putih Dinilai Untungkan Pemburu Rente

Impor Bawang Putih Dinilai Untungkan Pemburu Rente

Impor bawang putih yang direncanakan pemerintah dalam waktu dekat dinilai hanya menguntungkan sebagian pihak. Oleh karena itu, peneliti INDEF menilai pengusaha swasta harus mendapat porsi yang sama untuk impor jika pemerintah melakukan impor.

INDEF Menilai Impor Bawang Putih Lahirkan Ekonomi Rente

Konten.co.id (Jakarta) – Rencana pemerintah untuk melakukan impor bawang putih dinilai memiliki potensi ekonomi rente, kondisi ini hanya menguntungkan segelintir pihak. Atas dasar tersebut, Pemerintah diingatkan Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Sugiyono Madelan, dilansir CNN Indonesia, Sabtu (23/3).

“Kalau itu dilakukan pemerintah, hanya melahirkan motif rente-rente ekonomi,” kata Sugiyono.

Ekonomi rente dipahami sebagai kerja sama saling menguntungkan antara oknum pengusaha yang menyediakan modal dengan oknum pejabat.

Kalau itu dilakukan pemerintah, hanya melahirkan motif rente-rente ekonomi

Sugiyono mengatakan, persaingan usaha menjadi tidak kompetitif jika impor hanya dilakukan oleh pemerintah. Selain itu, Sugiyono menilai upaya tersebut bisa membuat produk bagus dari luar terhambat masuk ke dalam negeri.

Dampak lainnya, kesempatan swasta dalam melakukan impor dan bersaing secara sehat menjadi terbatas.

Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengingatkan agar kebijakan impor bawang putih tidak sampai menyebabkan terjadinya monopoli.

Hariyadi berharap, pihak swasta bisa mendapatkan kesempatan yang serupa dan adil, apalagi Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk bawang putih banyak yang belum keluar.

“Supaya harga itu juga bisa kompetitif,” kata Haryadi mengenai penugasan impor bawang putih yang akan dilakukan oleh Bulog.

Sebelumnya, pemerintah berencana untuk melakukan impor bawang putih sebesar 100.000 ton dari China sebagai upaya stabilisasi harga. Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi terbatas.

Kondisi saat ini, kurangnya pasokan mengakibatkan komoditas bawang putih mengalami kenaikan harga hingga rata-rata mencapai Rp45.000-Rp50.000 per kilogram di tingkat pedagang.

Berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS), impor bawang putih pada 2018 tercatat sebanyak 580.080 ton dengan nilai 493,77 juta dolar AS. (ME)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *