Ibu Brenton Tarrant Minta Anaknya Dihukum Mati

Ibu Brenton Tarrant Minta Anaknya Dihukum Mati

Dona Cox, tak kuasa menahan air matanya saat ditunjukkan video penembakan yang dilakukan anaknya di Selandia Baru. Ia bahkan meminta hukuman maksimal kepada anaknya tersebut.

Hukuman Mati Diminta Keluarga Penembak Warga Muslim Selandia Baru

Konten.co.id – Ibu dari teroris, Brenton Tarrant, yang menjadi tersangka pembantaian di masjid Selandia Baru mengatakan bahwa anaknya layak untuk mendapatkan hukuman mati. 

Dilansir dari news.co.au, Dona Cox, ibu Brenton, mengatakan ke Sunday Night bahwa Brenton Tarrant berasal dari keluarga yang sangat dihormati. Ibu dan ayahnya cukup disegani di lingkungan rumahnya.

“Dia pantas mendapatkan hukuman mati atas perbuatannya. Itu menyakiti saya untuk mengatakan hal tersebut karena dia adalah keluarga (anak),” ujar Cox dari New South Wales (NSW) kepada Sunday Night. 

“Tapi untuk seseorang yang telah membunuh begitu banyak nyawa orang. Hukuman itu akan sebanding jika dia mendapatkan perlakuan yang sama”.

Marie Fitzgerlad, neneknya berkata bahwa ibu Brenton dan saudara perempuannya sekarang berada di tempat aman untuk mendapat perlindungan. Mereka juga dijaga oleh Polisi.

Keluarga lainnya yang berada di NSW telah meminta maaf kepada para keluarga yang ditinggalkan korban.

Paman Brenton, Terry Fitzgerald, telah meminta maaf kepada para keluarga dari korban pembantaian yang dilakukan oleh keponakannya tersebut. 

“Kami meminta maaf kepada para keluarga korban, baik yang ditinggalkan dan yang terluka. Apa yang telah dilakukannya itu tidak baik,” ujar Fitzgerald atas nama keluarga Tarrant kepada Nine News, yang dilansir dari news.co.au.

Fitzgerald mengatakan bahwa keluarga Tarrant sangat terkejut saat mengetahui bahwa salah satu anggota keluarganya menjadi tersangka atas pembantaian umat Muslim di dua masjid di Christchurch.

Selama 36 menit belasan orang tewas dan terluka atas penembakan tersebut. Dia ditangkap di Brougham St yang diseret dari mobilnya oleh dua petugas polisi. Sebanyak 50 korban tewas dan 39 orang lainnya dirawat di rumah sakit, dan 11 orang lainnya dalam keadaan kritis.

Brenton diduga tinggal di Dunedin selama 2 tahun. Dia menghabiskan waktunya dengan berpergian ke luar negeri. Dia tidak ada dalam daftar buronan di Selandia Baru atau Australia. 

Polisi mengatakan lima senjata digunakan dalam penyerangan itu, dua di antaranta senjata semi otomatis, dua senapan, dan satu senjata api. (RM)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *