Empat Letusan Gunung Galunggung Menewaskan Ribuan Orang

Empat Letusan Gunung Galunggung Menewaskan Ribuan Orang

Memiliki keindahan alam yang luar biasa, ternyata Gunung Galung memendam sejarah kelam. Gunung ini tercatat telah meletus sebanyak empat kali dan menelan ribuan korban jiwa.

Sejarah Mencatat, Empat Letusan Gunung Galunggung Menewaskan Ribuan Orang

Konten.co.id – Sampai saat ini, Gunung Galunggung tercatat pernah meletus sebanyak empat kali. Letusan itu, menelan ribuan korban jiwa.

Dilansir dari wikipedia, letusan pertama terjadi pada tahun 1822 tepatnya pada 8 Oktober sampai dengan 12 Oktober. Letusan menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas, abu halus, awan panas, serta lahar.

Semburan material dari Galunggung mencapai puluhan kilometer. Bahkan pada 13-19 Juli 1982, tinggi tiang asap letusan mencapai 35 kilometer. Material abu vulkanik terdiri atas batuan halus, mineral dan partikel padat berdiameter kurang dari 2 milimeter. Bahkan diameter abu halus hanya 0,063 milimeter.

Peristiwa itu, menewaskan 4.011 jiwa dan menghancurkan 114 desa. Selain itu, kerusakan lahan ke arah timur dan selatan sejauh 40 km dari puncak gunung.

Letusan berikutnya terjadi pada tahun 1894. Di antara tanggal 7-9 Oktober, terjadi letusan yang menghasilkan awan panas. Letusan kali ini menghancurkan 50 desa, sebagian rumah ambruk karena tertimpa hujan abu.

Pada tahun 1918, di awal bulan Juli, letusan berikutnya terjadi, diawali gempa bumi. Letusan tanggal 6 Juli ini menghasilkan hujan abu setebal 2–5 mm yang terbatas di dalam kawah dan lereng selatan. Dan pada tanggal 9 Juli, tercatat pemunculan kubah lava di dalam danau kawah setinggi 85m dengan ukuran 560×440 m yang kemudian dinamakan Gunung Jadi.

Letusan terakhir terjadi pada tanggal 5 Mei 1982 disertai suara dentuman, pijaran api, dan kilatan halilintar. Kegiatan letusan berlangsung selama 9 bulan dan berakhir pada 8 Januari 1983.

Selama periode letusan ini, sekitar 18 orang meninggal, sebagian besar karena sebab tidak langsung (kecelakaan lalu lintas, usia tua, kedinginan dan kekurangan pangan). Perkiraan kerugian sekitar Rp 1 miliar dan 22 desa ditinggal tanpa penghuni. (MHI)*

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *