Elektabilitas Prabowo-Sandi Masih Kalah dari Petahana

Elektabilitas Prabowo-Sandi Masih Kalah dari Petahana

Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf dari sejumlah lembaga survei masih unggul dari Prabowo-Sandi. Lembaga survei Australia pun ikut mengumumkan hasil survei mereka.

Polmark: Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Bisa Disalip Paslon 02

Konten.co.id – Elektabilitas pasangan Capres 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin nampaknya masih belum terbantahkan. Sejumlah lembaga survei telah merilis hasil survei tentang elektabilitas dua paslon dalam Pilpres 2019.

Dari hasil-hasil survei tersebut, pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin terlihat lebih unggul daripada paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Terkini, dua lembaga survei merilis hasil mereka secara terpisah yakni LSI Denny JA di Jakarta dan Polmark Indonesia di Surabaya Selasa (5/3/2019).

Polmark menyebut elektabilitas Jokowi-Ma’ruf tersebut belum terbilang aman. Penyebabnya, tak selazimnya, seorang petahana memiliki elektabilitas di bawah 50 persen.

Selain itu, ada tujuh lembaga survei lagi yang telah merilis hasil survei terbaru mereka yakni Populi Center, Cyrus Network, Charta Politika, Media Survei Nasional, Y-Publica, Alvara Research Center, dan Indikator Politik Indonesia.

Di luar lembaga survei dalam negeri, pada akhir pekan lalu lembaga riset pasar yang berbasis di Australia, Roy Morgan, pun menampilkan hasil survei mereka sendiri.

Dari semua hasil survei itu seluruhnya menunjukkan hasil bahwa sang petahana lebih unggul dari Prabowo. Hal yang membedakan adalah selisih elektabilitas kedua paslon 01 dan 02, antara satu dan dua digit.

Dari hasil survei delapan lembaga yang diamati, hanya satu yang menemukan selisih satu digit yakni Media Survei Nasional (Median) yakni 9,2 persen. Selebihnya selisih elektabilitas Jokowi-Ma’ruf versus Prabowo-Sandi mencapai dua digit.

Pada hasil survei terbaru LSI Denny JA yang dirilis kemarin, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf tercatat 58,7 persen sementara Prabowo-Sandi 30,9 persen. Selisih dua paslon dari survei yang digelar 18-25 Februari di 34 provinsi itu adalah 27,8 persen.

Sementara itu, hasil survei PolMark Indonesia kurun waktu 7 Oktober 2018-12 Februari 2019 mencatat elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 40,4 persen, sementara Prabowo-Sandi 25,8 persen. Selisih elektabilitas dari survei yang melibatkan 32.560 responden di 73 dapil itu adalah 14,6 persen.

Kemudian lembaga riset pasar asal Australia, Roy Morgan, setelah menyurvei 1.200 responden menyebut elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 58 persen, sementara Prabowo-Sandi 42 persen. Selisih elektabilitas survei yang digelar 18-25 Februari 2019 itu adalah 16 persen.

Masa kampanye Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 telah berlangsung sejak 23 September tahun lalu. Masa kampanye yang dapat digunakan para peserta kontestasi pemilu untuk meyakinkan rakyat memilih mereka itu akan dibuka hingga 13 April 2019. Setelah itu, memasuki masa tenang sebelum pemungutan suara secara serentak pada 17 April 2019. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *