DPT yang Dilaporkan BPN Bukan Data Invalid

DPT yang Dilaporkan BPN Bukan Data Invalid

Sebanyak 17,5 juta DPT dilaporkan BPN Prabowo-Sandi. Namun KPU menyebut data itu sudah sesuai dan bukan data invalid.

Temuan BPN Soal 17,5 Juta DPT Mencurigakan Disanggah KPU

Konten.co.id (Jakarta) – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz mengatakan 17,5 juta data pemilih mencurigakan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 berasal dari data kependudukan dan catatan sipil Kemendagri.

Pernyataan Viryan merespons temuan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang dilaporkan ke KPU. Sebanyak 17,5 juta DPT itu dipersoalkan karena tercatat dengan tiga tanggal kelahiran yang serupa.

Viryan menyebut data mencurigakan ini bukan data invalid. KPU sudah berkoordinasi dengan Dukcapil Kemendagri untuk mengecek data tersebut.

“Pemilu sebelumnya sudah ada seperti ini, 2014 juga seperti itu. Dengan demikian ini bukan data tidak wajar, tetapi data yang secara administrasi kependudukan, demikian adanya,” kata Viryan di Kantor KPU, Jakarta, Senin (11/3/2019).

Viryan menyebut data mencurigakan ini bukan data invalid. KPU sudah berkoordinasi dengan Dukcapil Kemendagri untuk mengecek data tersebut.

Berdasarkan temuan KPU, data tersebut hanya fenomena dukcapil, bukan DPT ganda yang berujung pada potensi kecurangan.

“Misalnya ada pemilih pada saat kegiatan administrasi kependudukan, tidak ingat lahirnya tanggal berapa, bulan berapa, hal-hal seperti itu kemudian disamakan tanggal lahirnya,” tuturnya.

Ia mengakui KPU memang mencatat ada potensi DPT Ganda. Tapi hanya 775 ribu. Tidak seperti yang disebut BPN.

“Selama kita temukan itu ganda, pasti kami akan coret,” tegas Viryan.

BPN Prabowo-Sandi telah melaporkan temuan 17,5 juta data pemilih mencurigakan dalam DPT Pemiku 2019. Temuan itu didapat setelah menyisir DPTHP2 yang terbit 15 Desember 2018.

BPN mencatat ada 17.553.708 data pemilih mencurigakan. Rinciannya, ada 9.817.003 pemilih tercatat lahir pada tanggal 1 Juli, 5.377.401 lahir pada 31 Desember, dan 2.359.304 lahir di 1 Januari. Padahal rata-rata di hari lain adalah 520 ribu orang.

“Kami akan menetapkan sampling titik-titik, daerah-daerah, nama-nama yang akan ditelusuri di bawah. Nanti seminggu ke depan kita akan sama-sama turun ke bawah,” ujar Jurkam BPN Prabowo-Sandi, Riza Patria, saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Senin (11/3). (AI)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *