Diaktifkan Akhir Maret, Warga Jakarta Sambut MRT

Diaktifkan Akhir Maret, Warga Jakarta Sambut MRT

Diaktifkannya Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dinilai memudahkan warga dalam berpergian menggunakan moda transportasi.

Warga Jakarta Antusias Sambut Pengaktifan MRT

Konten.co.id – Warga DKI Jakarta antusias memanfaatkan masa uji coba Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Euforia warga dalam menyambut moda transportasi baru ini pun sangat terasa.

Selama uji coba, rangkaian kereta selalu ramai dengan penumpang. Walau terbilang baru, namun beberapa penumpang masih mengeluhkan kenyamanan terutama kursi di dalam kereta. 

“Kursinya bukan busa kayak Commuter Line. Jadi kalau duduk lama-lama ya sakit,” ucap Dinar Lestari (21) warga Pondok Indah kepada Konten.co.id, Rabu (20/3/2019). 

Karena hal tersebut, ia mengaku lebih enak menggunakan commuter line daripada MRT. “Kalau dari segi kenyamanan ya jelas commuter mas, tapi kalau lebih bagus ya jelas MRT,” ucapnya. 

Berbeda dengan Amaya Dori (31) warga Tangerang. Ia bercerita kalau saat menumpang MRT dirinya masih merasa nyaman. 

Bahkan kereta ini terkesan “halus” saat menanjak sehingga tidak terasa. “Waktu nanjak dari terowongan itu gak berasa tapi pas dia belok atau ngerem itu baru saya sampai mual. Padahal biasanya gak pernah mual di kereta, jadi ya tolong lebih diperhalus lagi pas belok dan ngerem biar dari Lebak Bulus sampai Senayan ya enak ga enek,” ucapnya. 

Walau demikian, ibu satu anak ini mengapresiasi keberadaan MRT.

Karena untuk yang beraktivitas di Jakarta moda transportasi massal ini cepat sehingga mengirit waktu.

Ia pun berharap agar banyak yang menjadi penumpang tetap MRT Jakarta. “Kelebihannya cepat, tadi juga nggak sadar tiba-tiba sudah sampai Senayan, dari Lebak Bulus. Yang penting kenyamanan supaya warga bisa seneng naik MRT,” tandasnya.

Pengoperasian MRT Jakarta secara resmi akan dilakukan oleh Presiden Jokowi pada 24 Maret 2019 mendatang. Berbarengan dengan peresmian operasional MRT Jakarta fase I, Jokowi juga akan melakukan pencanangan pembangunan MRT fase II rute Bundaran HI-Kota.

Tapi di tengah euforia beroperasinya MRT, masih ada beberapa hal teknis yang belum dirampungkan menuju pengoperasian. Salah satunya adalah sarana (kereta) dan pra sarana (stasiun, rel dan lainnya) MRT Jakarta belum mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Perhubungan.

“Kita akan melakukan evaluasi dan akan keluarkan sertifikasi. Secara umum MRT ini sudah difungsikan secara baik, tapi ada satu dua item sedang kita lakukan perbaikan. Makanya kita kasih izin sementara, operasional resminya 1 April,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dilansir Jawapos.com, Selasa (19/3/2019).

Belum rampungnya sertifikasi sarana dan prasarana lantaran ada perbedaan standarisasi antara PT MRT Jakarta dan Kementerian Perhubungan. Sehingga masih ada beberapa fasilitas yang sedang diperbaiki.

Namun Budi mengatakan pihaknya akan berusaha segera mensinkronkan hal tersebut. Pasalnya masyarakat sudah tidak sabar menunggu moda ini bisa digunakan.

“Antusiasme masyarakat terhadap MRT tinggi sekali. Nah ini harus kita manage dengan baik karena kepercayaan masyarakat menjadi legitimasi angkutan massal, angkutan massal dicintai,” ucapnya. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *