Debat Capres Sesi 4 Tidak Menghasilkan Gagasan Besar

Debat Capres Sesi 4 Tidak Menghasilkan Gagasan Besar

Pascadebat Pilpres sesi 4 tahun 2019, pengamat menilai para kandidat calon presiden Republik Indonesia tidak memunculkan gagasan besar atas tantangan internasional.

Penilaian Debat Capres Sesi 4, Tidak Menghasilkan Gagasan Besar

Konten.co.id – Debat calon presiden sesi 4 tahun 2019 usai digelar. Jalannya debat sempat memanas dengan saling melemparkan tuduhan. Namun sayangnya, dalam perdebatan kali ini masing-masing calon tidak memunculkan sebuah gagasan besar yang baru.

Ditulis Detik.com, media internasional seperti, The Sydney Morning Herald menganalisa debat yang berlangsung Kamis malam dan menulis: Kedua calon presiden dan calon wakil presiden tampak seperti robot dan jawaban yang diberikan sepertinya sangat diperhitungkan karena tidak mau mengambil risiko.

Berkaitan dengan itu, komentator harian itu juga mengkritik sistem debat, di mana para calon sudah mendapatkan kisi-kisi semua pertanyaan seminggu sebelum debat, sehingga sudah dapat mempersiapkan diri. Namun demikian, rakyat yang menonton debat tidak mendapat informasi lebih banyak dari jawaban para calon.

Sydney Morning Herald menyimpulkan: “Debat berakhir tanpa adanya gagasan besar yang baru dari para calon, dan hanya ada sedikit informasi baru tentang kebijakan yang mungkin akan mereka tempuh, jika menang.

Mungkin, oleh sebab itu juga, kedua calon presiden tidak mendapat inspirasi untuk memberikan komentar positif tentang saingannya, ketika diberi kesempatan. Harian Australia itu juga menyinggung, ini mungkin kesempatan terakhir bagi Prabowo Subianto untuk bisa meraih kursi presiden.

Media Singapura, The Straits Times terutama menilai, isu-isu yang jadi topik utama debat adalah isu-isu penting yang tepat untuk diangkat. Tetapi sayangnya kedua kubu tidak memberikan rincian lebih banyak ketika menjawab pertanyaan, sebaliknya hanya memberikan jawaban secara umum.

Sementara itu, Pengamat politik Universitas Paramadina, Yandi Hermawandi menilai kedua calon presiden baik capres nomor urut 01 Joko Widodo maupun capres nomor urut 02 Prabowo Subianto kurang mengelaborasi tantangan internasional terkini di bidang ekonomi dan siber.

“Misalnya, bagaimana sikap Indonesia menghadapi gempuran kekuatan ekonomi China dan Amerika Serikat?,” kata Yandi menanggapi debat capres putaran keempat di Jakarta, Minggu (30/3/2019), dilansir dari antaranews.com.

Menurut dia, utang luar negeri terutama dari China banyak menjerat negara-negara debitor seperti Indonesia. Padahal ini problem nyata internasional terkini.

“Tapi, kenapa tidak di elaborasi,” katanya menyayangkan.

Di bidang siber, seperti soal peraturan kerahasiaan data pengguna facebook dan masalah big data juga tidak dielaborasi padahal jumlah pengguna internet Indonesia ini salah satu terbesar di dunia.

Berkaitan dengan pemerintahan berteknologi 4.0, Jokowi akan menjalankan menciptakan pemerintah Dilan (digital melayani).

Selama menjabat Jokowi mengklaim sudah menjalankan integrasi teknologi dengan pemerintah melalui e-government, e-budgeting, e-procurement dan lain-lain. Sedangkan Prabowo menekankan soal transparansi.

“Artinya teknologi dalam pemerintahan harus ditujukan untuk transparansi kinerja aparat,” kata pendiri Nation State Institute Indonesia ini.

Yandi menambahkan, terkait soal isu pertahanan, pernyataan Prabowo paling pas yang menggarisbawahi soal peribahasa latin, “si vis pacem para bellum” (jika kau mendambakan perdamaian, bersiap-siaplah menghadapi perang).

“Jangan hanya karena alasan ekonomi dan peran mediasi internasional, tapi lupa fokus kekuatan pertahanan kita. Diplomasi akan baik jika negara kuat, bangsa lain akan segan,” kata Yandi.

Komisi Pemilihan Umum menyelenggarakan Debat Ke-4 Pilpres 2019 yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu malam (30/3).
Debat itu mengangkat tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan serta hubungan internasional. (MHI)***

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *