DCS Latih Anak Berkebutuhan Khusus Memasak

DCS Latih Anak Berkebutuhan Khusus Memasak

Anak berkebutuhan khusus juga memiliki bakat yang perlu disalurkan. Salah satunya dengan menggali potensi mereka di bidang kuliner.

Pelatihan Masak ABK Dilakukan 6 Bulan

Konten.co.id (Tangerang Selatan) – Sebagai seorang chef yang sudah malang melintang, Taufik Hidayat Syah ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya dengan mendirikan Danish Culinary School (DCS), di bilangan BSD, Tangerang Selatan. 

DCS menyediakan enam program bagi calon mahasiswanya, sesuai dengan kemauan mereka. Di antaranya, program sembilan bulan profesional hotel siap kerja, program enam bulan profesional, program tiga bulan cruise ship yang ingin bekerja di kapal pesiar, serta program kursus masak harian, dan program D3 perhotelan.

Paling menarik DCS mengadakan program enam bulan sekolah kuliner luar biasa. Program itu ditujukan bagi anak-anak berkebutuhan khusus selama enam bulan. Mereka dijadwalkan mendapat pelatihan tiga kali dalam waktu seminggu.

“Dalam program luar biasa ini, kami memberi kesempatan kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Saya lihat, mereka tidak bisa menyalurkan minat mereka di bidang kuliner, mereka hanya mengenal teori tetapi bakat mereka tidak tersalurkan,” kata Direktur DCS, Taufik Hidayat Syah dalam rilisnya, Selasa (5/3 /2019).

“Kita tertantang membuat program ini agar bakat mereka bisa tersalurkan,” paparnya.

Di DCS, segala peralatan memasak yang ada akan memerhatikan keamanan. Ditambah, para pelatih atau pengajarnya pun akan dilatih terlebih dahulu agar maksimal dalam memberikan pelajaran memasaknya.

“Dari mulai peralatan, kami sediakan betul agar tidak membahayakan mereka. Para pelatihnya juga akan ditraining terlebih dahulu. Sehingga mereka mempunyai kesabaran dan antisipasi keselamatan dari sisi peralatan,” ujarnya.

Metode yang diberikan DCS bagi siswa berkebutuhan khusus pun, akan dimulai dengan metode memasak yang standar.

Dengan begitu, Taufik berharap bisa membantu mereka untuk berwirausaha di bidang kuliner. Dengan harapan, mereka dapat membuat makanan yang nantinya bisa mereka jual.

“Anak Berkebutuhan Khusus juga boleh bekerja di dapur. Kami tidak ingin ada anak seperti ini terlantar,” tukasnya. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *