Dampak Pemanasan Global, Bisa Timbulkan Penyakit Menular

Dampak Pemanasan Global, Bisa Timbulkan Penyakit Menular

Perubahan iklim harus ditangani dengan serius. Jika tidak, bisa berdampak kepada munculnya penyakit menular.

Lebih 1 Miliar Manusia Akan Berisiko Terkena Penyakit Menular

Konten.co.id – Perubahan iklim akan menyebabkan banyak orang terkena penyakit yang ditularkan oleh nyamuk karena suhu bumi yang terus meningkat. Sekitar satu miliar lebih akan berisiko terkena penyakit setiap bulannya pada tahun 2080.

Sebuah jurnal baru yang diterbitkan pada hari Kamis (28/3/2019) di PLOS Neglected Tropical Diseases, menemukan bahwa manusia dapat mencegah penyebaran nyamuk yang membawa penyakit jika kita mengambil tindakan yang tegas untuk memerangi pemanasan global.

Saat suhu bumi semakin hangat, penyakit seperti, Zika, chikungunya dan demam berdarah akan terus menyebar.

Sadie Ryan, seorang penulis dari Universitas Florida, mengatakan bahwa penelitian dan peta yang dihasilkan dari penelitian ini dapat membantu pembuat kebijakan dan para ahli kesehatan memahami ciri-ciri tempat yang akan didatangi oleh serangga atau nyamuk yang berpotensi menularkan penyakit lewat gigitannya. Sehingga mereka dapat mengantisipasi masalah ini.

Dilansir dari The Guardian, dalam penelitan ini, peneliti menggunakan dua jenis nyamuk yaitu nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk Aedes aegypti akan berkembang biak dengan baik di iklim dengan suhu yang hangat. Sedangkan Aedes albopictus lebih suka di tempat yang lebih dingin. Tetapi mereka menemukan bahwa tempat dengan suhu sedang yang agak tinggi memungkinkan kedunya dapat berkembang dengan baik.

Virus dengue dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti, jenis nyamuk yang sama yang dapat menyebarkan virus Zika. Gigitan nyamuk yang menyebabkan virus dapat menyebabkan sakit kepala, ruam, dan nyeri sendi yang parah. Dalam kasus yang serius dapat menyebabkan pendarahan internal bahkan kematian.

Saat suhu bumi semakin hangat, penyakit seperti, Zika, chikungunya dan demam berdarah akan terus menyebar.

Pada tahun 2016, Zika menyapu Florida selatan, mengancam wanita hamil yang dapat tertular penyakit dan tidak menunjukkan gejala tetapi akan berdampak pada bayinya yang dapat mengalami kecatatan saat lahir.

Dilansir dari CNN Internasional, Eropa mungkin akan mengalami peningkatan risiko penyakit yang ditularkan oleh kedua spesies nyamuk ini seperti Amerika Serikat, Asia Timur, bagian dataran tinggi di Amerika tengah, Afrika Timur, dan Kanada. Sedangkan untuk iklim yang jauh lebih hangat seperti di Asia Tenggara dan Afrika Barat lebih cocok untuk nyamuk Aedes Aegypti.

Kasus penyakit yang disebabkan oleh nyamuk semakin meningkat. Sebuah penelitian di bulan Mei menemukan bahwa penyakit yang disebabkan oleh kutu dan nyamuk meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak 2004 di Amerika Serikat. Sekitar seperenam dari penyakit dan kasus kecacatan di seluruh dunia berasal dari kondisi ini. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, setiap tahunnya satu miliar orang terinfeksi dan lebih dari satu juta meninggal karena serangga.

Studi ini memperkirakan bahwa sekitar setengah miliar orang akan beresiko terkena penyakit ini di setiap bulan dalam setahun akan meningkat pada tahun 2050. Dan satu miliar lebih akan berisiko terkena penyakit setiap bulannya pada tahun 2080.

Proses penularan penyakit dapat melalui orang yang telah tertular dari nyamuk saat berpergian dan kembali ke rumah sehingga dapat menularkannya melalui darah ke nyamuk lokal, menyebabkan penularan yang lebih luas lagi. (RM)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *