Bupati Bogor Belum Tahu Jonggol Jadi KEK Indonesia-China

Bupati Bogor Belum Tahu Jonggol Jadi KEK Indonesia-China

Bogor disebut-sebut akan menjadi KEK Indonesia-China. Namun Pemkab Bogor belum mengetahui rencana tersebut.

Bogor Bakal “Dijual’ ke China, Pemkab Bogor Sebut Tak Tahu

Konten.co.id (Bogor) – Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor diproyeksikan menjadi satu dari 28 proyek yang akan dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Indonesia-China.

Pemerintah Indonesia akan menawarkan 28 proyek senilai USD 91,1 miliar atau setara Rp 1.295,8 triliun kepada pemerintah Tiongkok saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) kedua The Belt and Road Initiative atau Jalur Sutra pada April mendatang.

Bupati Bogor Ade Yasin dilansir dari Radar Bogor, Rabu (27/3/2019) mengaku belum mengetahui hal tersebut. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor juga tak ada rencana pembangunan KEK di Jonggol.

“Justru saya belum tahu (KEK Indonesia-China di Jonggol). Makanya untuk detilnya seperti luasan dan lain-lain saya tak tahu,” kata Ade.

Kabid Perencanaan Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Badan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pembangunan (Bappeda Litbang) Kabupaten Bogor, Ajat Rohmat Jatnika mengaku belum mengetahui secara teknis proyek KEK Indonesia-China di Jonggol.

Ajat menilai program tersebut langsung dari pemerintah pusat. Tidak melibatkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Bogor. KEK merupakan program pemerintah pusat.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan ada empat wilayah strategis yang akan diprioritaskan dalam program The Belt and Road Initiative, yakni Kalimantan Utara, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Bali.

Keempat wilayah itu dipilih berdasarkan pertimbangan geografis yang dinilai memiliki keunggulan dan keunikan masing-masing yang diyakini dapat menjadi daya tarik para investor Tiongkok. 

Dari ke-28 proyek yang ditawarkan ke Tiongkok tidak semuanya berada di empat wilayah tersebut. Pemerintah juga menyiapkan delapan proyek yang berada di wilayah lain.

Antara lain, KEK Indonesia-China di Jonggol, Jawa Barat, Coal Fired Power Plant (CFPP) berkapasitas 2×350 Mw di Celukan Bawang, Bali, pembangkit listrik skala menengah di berbagai lokasi di Pulau Jawa.

Mine mouth Coal Fired Power Plant (CFPP) Kalselteng 3 berkapasitas 2×100 Mw dan Kalselteng 4 berkapasitas 2×100 Mw, Kalimantan Tengah, dan kolaborasi internasional Meikarta Indonesia-China.

Meski masuk proyek strategis, BKPM belum menjelaskan detil mengenai puluhan proyek tersebut. Begitu juga dengan rencana KEK Indonesia-China di Jonggol. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *