Brexit Ditunda, Inggris Punya Waktu Satu Minggu

Brexit Ditunda, Inggris Punya Waktu Satu Minggu

Perdana Menteri Inggris punya waktu satu pekan untuk menarik persoalan Brexit. Ini langkah yang akan dilakukan selama proses satu minggu ini.

Keinginan Inggris Tinggalkan Uni Eropa Belum Jelas

Konten.co.id (Inggris) – Parlemen akan mencoba mengambil alih proses Brexit, sementara Perdana Menteri Theresa May dapat melakukan satu upaya lagi untuk mendapatkaan persetujuan penarikannya. 

Setelah May memastikan penundaan untuk Brexit diterima, sekarang dia akan menghadapi satu minggu lagi perdebatan di House of Commons. Dilansir dari Sky News, kira-kira inilah yang akan terjadi pada House of Commons minggu ini.

Senin, 25 Maret 2019

Theresa May mengadakan pertemuan formal dengan kabinet politiknya di Downing Street. Dia juga melakukan mosi di House of Commons yang akan menerapkan langkah berikutnya atas Brexit karena dirinya telah gagal untuk mendapatkan dukungan dari anggota parlemen untuk perjanjian penarikan Brexit dari UE.

Seperti sebelumnya, dalam pertemuan kali ini para anggota parlemen mencoba untuk melampirkan serangkaian amandemen untuk mempengaruhi proses Brexit. 

Salah satu amandemen yang dipelopori oleh mantan menteri Tory Sir Oliver Letwin, Dominic Grieve serta Hilary Benn dari Partai Labour, mereka akan berusahan untuk mengambil alih kendali bisnis parlementer dari pemerintahan pada hari Rabu (27/3/2019). 

Yvette Cooper, mantan menteri dari Partai Labour juga telah mengajukan amandemen yang menginstruksikan pemerintah untuk mencari penundaan lebih lanjut terhadap Brexit jika perjanjian penarikan tidak disetujui pada hari Kamis (28/03/2019).

Selasa, 26 Maret 2019

Perdana Menteri dapat membawa kesepakatan Brexit kembali ke Parlemen untuk pemngutan suara. Walaupun May sudah dua kali mengalami kekalahan, tetapi dia berharap ini adalah keberuntungan ketiganya dengan para anggota parlemen untuk menghadapi kemungkinan ancaman Brexit yang tidak ada kesepakatan atau penundaan lama untuk meninggaalkan UE.

Pembicara Parlemen, John Bercow juga telah memberikan batu sandungan lain untuk pemungutan suara ketiga, setelah memutuskan proposal perdana menteri harussecara substansial berbeda sebelum dapat diajukan kepada anggota parlemen lagi. 

Dia yakin persetujuan UE untuk perpanjangan pendek periode negosiasi pasal 50 dan proposal baru untuk meredakan kekhawatian Democratic Unionist Party (DUP), akan membuat Bercow memberikan suaranya di putaran ketiga ini.

Jika ada pemungutan suara kemungkinan akan ada amandemen yang diajukan pada perjanjian perdana menteri oleh dua pendukung partai Labour yang menuntut referendum konfirmasi perjanjian penarikan May.

Pemimpin Partai Labour Jeremy Corby telah mengisyaratkan akan memerintahkan anggota parlemennya untuk mendukung amandemen ini.

Rabu, 27 Maret 2019

Jika kelompok Letwin-Grieve-Benn berhasil dengan amandemen mereka pada hari Senin (26/3/2019), ini akan menjadi hari pemungutan suara indikatif di Parlemen sebagai opsi alternatif Brexit. 

Opsi yang diberikan kepada anggota parlemen akan mencakup referendum UE kedua, hubungan gaya Norwegia, serikat keanggotaan instansi secara permanen, atau bahkan membatalkan Brexit sepenuhnya.

Pemerintah juga mempertimbangkan rencana untuk memberikan suara indikatif kepada anggota parlemen mengenai tujuh opsi Brexit yang berbeda jika kesepakatan May masih belum tercapai dan, mungkin, untuk menghindari rasa malu karena dipaksa melakukan hal itu oleh kelompok Letwin-Grieve-Benn.

Kamis, 28 Maret 2019

Jika May tidak mengembalikan Brexit ke Parlemen pada hari Selasa (26/3/2019), ia bisa menunggu hingga Kamis. 

May mungkin berharap untukberhasil membuat anggota parlemen untuk membuat anggota parlemen memegang suara indikatif dan mendorong pemerintah ke tahap Brexit selanjutnya. Jika amandemen Cooper juga disahkan pada hari Senin dan atau Nyonya May masih gagal melewati kesepakatan Brexit maka Kamis juga bisa melihat pemerintah dipaksa untuk mencari perpanjangan lain untuk periode negosiasi Pasal 50.

Jumat, 29 Maret 2019

Hari dimana Inggris seharusnya meninggalkan Uni Eropa. Kamis lalu, Uni Eropa memberi batas waktu kepada Ny. May pada akhir minggu ini untuk meloloskan kesepakatan Brexit.

Jika dia mendapatkan persetujuan penarikan yang disetujui oleh anggota parlemen, Brexit akan ditunda hingga 22 Mei untuk memberi Inggris waktu memberlakukan undang-undang yang diperlukan sebelum keberangkatannya dari UE.Jika perdana menteri masih gagal mendapatkan persetujuan Brexitnya, UE hanya menunda Brexit hingga 12 April, yang mana Inggris harus menyiapkan langkah berikutnya.

Dan pada 12 April 2019, mungkin menjadi tanggal dimana Inggris keluar dari UE tanpa kesepakatan jika May gagal untuk mendapatkan perjanjian persetujuan dan pemerintah tidak menunda lebih lanjut lagi. (RM)


Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *