70 Dolar Per Barel Ambang Batas Atas Harga Minyak Dunia

70 Dolar Per Barel Ambang Batas Atas Harga Minyak Dunia

Harga minyak dunia terus melejit. Negara produsen minyak ingin menjaga harga jual di angka 70 dolar per barel.

OPEC Akan Gelar Pertemuan Bahas Harga Minyak Dunia

Konten.co.id – Harga minyak mentah dan produksi yang dapat ditoleransi oleh produsen minyak di Amerika Serikat dan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) antara 60 dan 70 dolar per barel merupakan ambang batas terbaik menurut Christyan Malek, kepala EMEA Oil and Gas di JPMorgan.

Pada hari Senin (18/3/2019), perusahaan minyak mentah Brent menjual minyak dengan harga 67,86 dolar per barel dan West Texas Intermediate (WTI) dengan harga 58,46 dolar per barel. Harga tersebut merupakan level tertinggi dari masing-masing perusahan tahun ini.

Malek mengatakan bahwa masalah dengan pemangkasan produksi dengan kenaikan harga minyak yang sesuai merupakan hal yang dapat mendorong lebih banyak produk dari produsen minyak shale AS karena harga per barel yang semakin menarik.

Semakin banyak produksi minyak shale (shale oil) dari produsen AS dapat mempengaruhi pergerakan kurs penawaran dan permintaan, sehingga dapat menekan harga minyak jika pasokan melebihi permintaan.

“Bagaimanapun juga, masalahnya adalah pada tingkat (harga) Anda melihat lebih banyak produksi minyak shale AS, lebih banyak non-OPEC produksi non-AS, yang berarti bahwa apa yang bisa Anda lihat dari akhir periode pengetatan sementara ini hanya kelanjutan dari kelebihan pasokan yang terus berulang selama 6-12 bulan ke depan sehingga Anda tidak pernah benar-benar melihat pasar yang kuat,” ungkap Malek yang dilansir dari CNBC.

Al-Falih, Menteri Energi Arab Saudi mengatakan pada hari Minggu (17/3/2019), mengatakan sebanyak 14 anggota OPEC dan 11 produsen non-OPEC sekutunya, yang dipimpin oleh Rusia, akan tetap berada di jalurnya (aturan) dalam strategi pemangkasan produksi untuk menyeimbangkan dinamika pasokan dan permintaan serta untuk menstabilkan harga minyak.

Pengaturan saat ini membuat OPEC (kecuali Venezuela dan Iran yang terkena sanksi dan Libya dan sedang bergejolak) dan non-OPEC memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari dan akan terus berlangsung hingga Juni 2019. OPEC dan negara produsen minyak lain seperti Rusia dijadwalkan akan menggelar pertemuan pada 17-18 April 2019 mendatang untuk menentukan kebijakan produksi selanjutnya.

Al-Fatih mengatakan bahwa Arab Saudi ingin menjaga harga sekitar 70 dollar dan karena itu kita tidak melihat perubahan bahkan dalam segi meningkatnya produksi minyak AS. (RM)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *