4 Sebab Tumbangnya Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2020

4 Sebab Tumbangnya Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2020

Gugurnya Timnas u-23 menjadi luar ekspektasi sejumlah pihak. Memiliki modal juara u-22 Piala Asean ternyata tidak cukup membawa Indonesia ke Piala Asia 2020.

Berikut Analisa Penyebab Gagalnya Timnas Menuju Piala Asia U-23

Konten.co.id – Kekalahan Timnas Indonesia u-23 pada laga babak kualifikasi Piala Asia 2020 cukup membuat sesak para pecinta sepakbola tanah air. Berikut beberapa analisa sebab gagalnya timnas, sebagaimana dilansir FoxSports.co.id.

Pertama, Minim taktik. Berdasarkan pantauan di dua laga timnas Indonesia U-23 di kualifikasi Piala Asia U-23 ini, para Garuda muda terlihat main bagus hanya di sepuluh menit awal laga perdana vs Thailand saja. Sisanya adalah petaka, bahkan ketika kemarin kalah tipis dan dramatis dari Vietnam.

Rekor kebobolan lima gol dari dua laga dan tidak membuat gol sama sekali jelas jadi catatan negatif dari praduga bahwa coach Indra Sjafri tak punya alternatif taktik lain saat tertinggal dalam suatu pertandingan yang sulit.

Apabila berasumsi 10 menit pertama berjalan lancar semua strategi dan taktiknya, maka asumsi berikutnya yang muncul adalah; strategi timnas U-23 terlalu mudah ditangkal dan membuat lawan dengan leluasa cetak gol ke gawang kita.

Rekor kebobolan lima gol dari dua laga dan tidak membuat gol sama sekali jelas jadi catatan negatif dari praduga bahwa coach Indra Sjafri tak punya alternatif taktik lain saat tertinggal dalam suatu pertandingan yang sulit.

Kedua, Tak tahu cara keluar dari tekanan. Baik Thailand maupun Vietnam, kedua lawan Indonesia U-23 kemarin memang menampilkan formasi tiga bek yang bisa bertransformasi menjadi lima bek. Namun masalahnya tak hanya sampai situ saja. Skuat Garuda muda seakan bingung bagaimana cara keluar dari tekanan lawan.

Thailand sendiri memperagakan pressing yang tertatata dan mereka juga tak jarang lakukan penjagaan zonal marking yang begitu rapi saat tak kuasai bola. Sedangkan Vietnam, mereka menanamkan determinasi yang gila saat melakukan pressing.

Luthfi Kamal cs tak mampu memecahkan dua masalah tersebut. Aliran bola menjadi tersendat, umpan-umpan jauh pun tambah tak berguna. Ketenangan hilang dan transisi buyar terutama saat dihajar 4-0 oleh Thailand. Indonesia memang benar-benar hadapi skuat dan taktik Vietnam/ Thailand yang jauh berbeda saat Piala AFF U-22 kemarin.

Ketiga, Ekspektasi terlalu tinggi. Coach Indra Sjafri sendiri mewanti-wanti kekalahan ini bukanlah salah dari Egy atau pemain lainnya di lapangan, melainkan salah dirinya. Hal ini dilakukan sedini mungkin untuk memberikan proteksi bagi pemainnya yang masih muda karena menanggung beban terlalu berat.

Jika kita bicara masalah taktikal terutama sistem pressing dan transisi, Egy dan beberapa pemain lainnya memang terlihat hanya melakukan pressing menutup ruang seperti tanpa ad aintensi untuk merebut bola secapat mungkin. Belum lagi saat serangan balik, beberapa pemain selalu lambat lakukan transisi.

Tapi memang pada akhirnya kita juga lah yang harus turunkan ekspektasi. Para anak muda tersebut memang masih harus banyak belajar lagi kali ini.

Keempat, Terjebak di zona puas dan nyaman. Akhir pekan lalu, saya mendapati salah satu kutipan yang luar biasa; “nyaman itu priceless”. Namun sayangnya, kutipan yang luar biasa tersebut tampaknya tak berlaku bagi para skuat Garuda muda timnas Indonesia U-23.

Ini baru praduga saja, tapi kami rasa skuat timnas U-23 ini sudah kadung nyaman dalam pujian dan puas dengan pencapaian juara Piala AFF U-22 kemarin. Keinginan untuk lolos ke Piala Asia U-23 mungkin ada, tapi seakan ada ego yang menghalangi sehingga beranggapan trofi yang kemarin sudah menjadi penebus dahaga tersendiri.

Kondisi zona puas dan nyaman ini juga ini disokong oleh pelbagai hadiah mewah dan sorotan acara televisi sekembali dari Piala AFF U-22 lalu.

Sejujurnya argumen keempat ini agak kurang valid, namun jika memperhatikan rentang waktu antara Piala AFF U-22 dan Kualifikasi Piala Asia U-23 yang begitu mepet, seharusnya skuat U-23 menerima berbagai hak dan apresiasi pasca juara AFF U-22 kemarin setelah tuntas fokus di Kualifikasi Piala Asia U-23 saat ini. (ME)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *