103 WNA di 17 Provinsi Masuk ke DPT Pemilu 2019

103 WNA di 17 Provinsi Masuk ke DPT Pemilu 2019

Bawaslu meminta KPU segera menindaklanjuti banyaknya WNA yang masuk ke dalam DPT. Jika dibiarkan berpotensi terjadi kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu 2019.

Data WNA Dalam DPT Pemilu Harus Diperbaiki

Konten.co.id (Jakarta) – Sebanyak 103 Warga Negara Asing (WNA) tercatat di tempat pemungutan suara (TPS). Ke 103 WNA itu pun masuk ke dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochamad Afifuddin mengatakan temuan WNA yang tercatat di DPT, bahkan hingga ada di TPS sangat berbahaya.

“Nomor Induk Kependudukan (NIK) ada, sampai nomor TPS juga ada. Dari nama, alamat segala macam lengkap,” ujar Afif kepada wartawan di Hotel Harris Vertue, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2019).

Data WNA yang masuk ke dalam DPT itu harus segera dibenahi. Selain di Cianjur, pihaknya juga menemukan WNA masuk dalam DPT di Pangandaran.

“Di Jawa Timur di satu kabupaten ada dua sampai tiga orang. Tapi tidak sampai masuk DPT,” katanya.

Dari hasil penelusuran tersebut, data pemilih maih belum tuntas. Hal-hal terkait pemilih yang tidak berhak memilih sebenarnya sudah harus dicocokkan dan dipastikan sejak awal.

KPU harus segera menghapus WNA yang tak punya hak pilih dalam DPT. Potensi kecurangan akan semakin besar.

Persoalan DPT sudah berulang kali terjadi dalam beberapa pelaksanaan Pemilu.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi, menuturkan data WNA yang masuk ke dalam DPT Pemilu 2019 ada di 17 Provinsi. KPU telah menindaklanjuti temuan data tersebut ke daerah.

“Sebanyak 103 WNA itu ternyata tersebar di 17 provinsi dan 54 kabupaten/kota,” ujar Pramono dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa.

Para WNA itu sudah mengantongi e-KTP. Penemuan WNA masuk dalam DPT pertama kali terungkap di Cianjur. (FW)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *