Warga China Terdata di DPT KPU Cianjur

Warga China Terdata di DPT KPU Cianjur

KPU Kabupaten Cianjur mengakui adanya kesalahan saat input data Nomor Induk Kependudukan (NIK) milik Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang terdata di Daftar Pemilih Tetap (DPT). Padahal NIK tersebut dimiliki oleh warga Cianjur.

KPU Cianjur Akui Kesalahan Input Data NIK TKA China

Konten.co.id (Cianjur) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur menelusuri temuan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Cianjur mengenai seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China bernama Guohuin Chen, yang memiliki KTP elektronik (e-KTP).

Warga asing memang diperbolehkan memiliki e-KTP sesuai lama masa kerjanya. Namun yang mengejutkan, berdasarkan hasil penelusuran KPU Cianjur, TKA itu menggunakaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) milik salah seorang warga Cianjur yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019.

NIK yang dimiliki oleh Guohuin Chen juga dimiliki oleh seorang pria bernama Bahar.

Komisioner KPU Cianjur, Anggy Sophia Wardani, mengakui kesalahan pihaknya dalam menginput data milik WNA China tersebut. Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Disdukcapil Cianjur terkait hal tersebut.

NIK yang dimiliki oleh Guohuin Chen juga dimiliki oleh seorang pria bernama Bahar

“Secara bukti langsung di lapangan, nama Bahar ini memang ada. Alamat juga betul sesuai tercantum dalam data pemilih. Namun kesalahannya yang diinput itu data milik WNA asal China bernama Guohuin Chen,” ucap Anggy, kepada awak media di kantor KPU Cianjur, Jalan Taifur Yusuf, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (26/2/2019).

Pihaknya pun menegaskan bukan ingin memasukkan WNA China menjadi pemilih di Pemilu 2019. Namun hal tersebut karena adanya kesalahan input NIK dalam data pemilih. Anggy menegaskan jika WNA China tersebut bukanlah pemilih pada Pemilu 2019.

Dilain pihak, Disdukcapil Cianjur pun telah menyerahkan data 17 orang WNA dari berbagai negara yang juga memiliki e-KTP kepada KPU. Data tersebut akan kembali diperiksa agar tidak terjadi kesalahan yang sama.

“Kami tunggu hasilnya (data Disdukcapil). Sekarang baru ada data soal yang WNA China, Guohuin Chen dengan Bahar kan berbeda. Dari segi registrasinya juga berbeda. Tetapi yang jadi persoalan nomor NIK WNA itu menjadi NIK Bahar dan NIK itu dalam data kita juga sudah sesuai yang dimiliki Bahar,” katanya. (AI)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *