Trump dan Kim Akan Bertemu Lagi

Trump dan Kim Akan Bertemu Lagi

Korea Utara tidak mungkin sepenuhnya menyerah pada senjata nuklirnya

Pertemuan Trump dan Kim Membahas Nuklir 

Konten.co.id,- (AS) – Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dijadwalkan bertemu di Vietnam pada akhir Februari. Dilansir Express.co.uk, berdasarkan sumber yang tidak disebutkan namanya, mereka  akan membicarakan soal nuklir.

Berdasarkan sumber kepada CNN, Presiden Cina Xi Jinping mendukung KTT tersebut. Mereka menambahkan, saat ini tidak ada diskusi untuk Trump untuk bertemu dengan Xi.

Trump dan Kim dilakukan di Singapura pada bulan Juli 2018 untuk pertemuan pertama para pemimpin antara kedua negara mereka.

KTT kedua diumumkan pada 18 Januari setelah diskusi dengan negosiator utama Korea Utara tentang nuklir, Kim Yong Chol, tetapi tidak ada rincian lebih lanjut yang diketahui.

Kemarin, seorang utusan AS di Korea Utara mengatakan mereka tidak ingin menyerang negara itu, dan menyarankan agar Presiden Trump secara resmi mengakhiri Perang Korea.

Perang Korea, pertempuran yang terjadi pada awal 1950-an, berakhir dengan gencatan senjata pada tahun 1953 tetapi perjanjian damai tidak pernah ditandatangani.

Steve Biegun berkata pada sebuah pidato di Stanford: “Presiden Trump siap untuk mengakhiri perang ini. Ini sudah berakhir. Sudah selesai”.

“Kami tidak akan menyerang Korea Utara. Kami tidak berusaha untuk menjatuhkan rezim Korea Utara.”

Meski begitu, Mr Biegun mengatakan AS tidak akan menarik pasukan dari Korea Selatan.

Pembicaraan nuklir tahun lalu berakhir dengan komitmen dari diktator Korea Utara untuk “bekerja menuju denuklirisasi total di Semenanjung Korea”. Namun, Trump dikritik karena gagal untuk menjabarkan secara spesifik Kim.

Pada hari Rabu, Direktur Intelijen Nasional Dan Coats mengatakan bahwa Korea Utara “tidak mungkin sepenuhnya menyerah pada senjata nuklirnya”.

Sementara itu, Direktur CIA Gina Haspel mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan rudal bersenjata nuklir jarak jauh yang akan mengirim ancaman langsung ke Amerika Serikat.

Namun, Trump mengklaim para kepala intelijen ini mengatakan kepadanya bahwa kata-kata mereka telah “salah kutip” dan dikeluarkan dari konteks. (ME)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *