Tradisi Chhaupadi di Nepal Anggap Haid Bisa Bawa Petaka

Tradisi Chhaupadi di Nepal Anggap Haid Bisa Bawa Petaka

Sebuah tradisi kuno di Nepal mengharuskan seorang wanita yang datang bulan harus tinggal di gubug pengasingan. Namun pengasingan tersebut sering menyebabkan kematian.

Setiap Datang Bulan, Wanita di Nepal Harus Diasingkan

Konten.co.id (Nepal) – Menstruasi atau datang bulan jadi hal rutin bagi setiap wanita di dunia. Namun di Nepal, datang bulan bisa menjadi sebuah musibah.

Di beberapa wilayah pedalaman Nepal, masih berlaku ritual Chhaupadi. Adat kuno ini akan mengucilkan seorang perempuan yang tengah menstruasi atau baru melahirkan

Namun yang menjadi persoalan, wanita yang dikucilkan itu akan disimpan di pengasingan. Tempat mengasingkan wanita itu kerap memicu petaka. Bahkan bisa menyebabkan kematian

Tradisi itu bahkan kerap menelan korban jiwa. Di penghujung 2016, dilansir dari DW.com, seorang gadis yang diasingkan setelah mengikuti tradisi kuno itu ditemukan tewas.

Ia diasingkan di sebuah gubug di Desa Gajra, Accham. Diduga gadis tersebut tewas karena menghirup asap setelah berupaya menghangatkan diri dengan perapian.

Tradisi Chhaupadi adalah tradisi masyarakat di beberapa wilayah di Nepal. Darah wanita yang sedang haid dianggap kotor. 

Mitos yang diyakini penduduk, jika mereka tidak diasingkan, maka akan menimbulkan musibah bagi desa. Misalnya gagal panen atau matinya ternak.

Gubug pengasingan yang digunakan pun sangat mengkhawatirkan. Biasanya berupa gudang atau kandang. Tidak ada ventilasi yang baik di gubug tersebut.

Penghuni gubug itu bisa kekurangan oksigen. Gubug itu terasa panas di siang hari. Sedangkan malam hari, sangat dingin.

Berbagai laporan sebelumnya menyebutkan bahwa Chhaupadi telah menyebabkan beberapa kasus kematian. Termasuk serangan oleh binatang liar, gigitan ular, pemerkosaan, memicu buruknya kesehatan mental dan terserang pneumonia (radang paru-paru).

Tradisi yang kerap memakan korban jiwa itu sebenarnya sudah dilarang oleh pemerintah. Sejak satu dekade lalu, larangan itu telah diterapkan.

Pemerintah dan polisi Nepal berusaha menghapus kebiasaan itu. Namun kuatnya kepercayaan warga desa di Nepal, menyebabkan tradisi tersebut masih terpelihara hingga kini. (FW)

Siklus menstruasi pada wanita

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan