fbpx

TPA Pasir Bajing Kelimpungan Tampung Sampah Garut

TPA Pasir Bajing Kelimpungan Tampung Sampah Garut

Akibat penuhnya TPA Pasirbajing, membuat sampah di Garut sempat tak terangkut

Sampah Menumpuk dan Melebihi Kapasitas di Tempat Pembuangan Akhir Pasir Bajing Garut

Konten.co.id (Garut) – Tempat pembuangan akhir (TPA) Pasirbajing nampaknya mulai kelimpungan menampung volume sampah di Garut.

Berkurangnya kapasitas penampungan di TPA Pasirbajing berdampak pada sempat terkendalanya operasional truk-truk pengangkut sampah. Akhirnya, saat ini tumpukan sampah di sejumlah titik belum bisa terangkut.

“Tumpukan sampah di depan SD Pasawahan dekat Desa Pasawahan (Kecamatan Tarogong Kaler) numpuk pisan. Banyak lalat, bau menyengat, sampe – sampe trotoar terhalang,” kata Fauzi (27), warga di Desa Tanjung Kamuning Kecamatan Tarogong Kaler.

Hal senada diungkapkan Rahman (27) warga Desa Karangmulya, Kecamatan Kadungora. Ketika berada di pusat kota, ia melihat tumpukan sampah seolah dibiarkan tak diangkut. Kondisi ini membuatnya kurang nyaman ketika berjalan.

“Katanya truk-truk gak bisa buang sampah ke TPA. Disana (TPA) macet truk pengangkut sampah dari rabu (6/2). Ini harus segera diangkut, bahaya jika tidak segera, bibit penyakit menyebar nanti, apalagi lagi musim demam berdarah,” katanya menanggapi banyaknya tumpukan sampah di perkotaan, kemarin (7/2).

Sementara itu, salah seorang supir yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, belum dibuangnya tumpukan sampah sudah diangkut lantaran belum ada tempat pembuangan di TPA Pasirbajing.

“Jadi disananya susah membuang, sebagian tumpukan malah ada yang hampir ke kebun warga. Tidak ada akses pembuangan, biasanya ada tiga loder yang ngurug sama beres-beres, ternyata rusak dua, jadi yang dipakai hanya satu, akhirnya tumpukan terbengkalai, gak bisa buang, jangankan ngangkut yang di jalan-jalan, ini saja yang udah diangkut truk belum bisa dibuang,” kata salah seorang supir saat ditemui di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut.

Dalam upaya optimalisasi pengelolaan sampah di pasirbajing, Dinas Lingkungan Hidup akan tekan produksi sampah rumah tangga hingga 40 persen.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah truk mulai bisa kembali membuang sampah ke TPA. Itu pun dengan harus mengantri, mengingat banyak tumpukan sampah yang sudah diangkut truk dan belum terbuang.

Belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Lingkungan Hidup, ketika Radar Garut coba konfirmasi melalui saluran telepon, Sekertaris DLH Kabupaten Garut belum bisa memberi keterangan lantaran tidak bisa dihubungi.

Menanggapi hal tersebut, Sekertaris DLH Kabupaten Garut, Guriansyah, mengatakan, pengangkutan sampah sudah kembali normal dilakukan. Sejumlah tumpukan sampah di sejumlah titik perkotaan mulai dibersihkan sejak kamis sore hingga jumat.

“Sudah dari kemarin (pengangkutan sampah, red), meski memang belum maksimal,” katanya.

Pembuangan sampah Garut ada wacana untuk bekerja sama dengan TPA Legoknangka, namun sampai saat ini belum bisa berjalan.

“Terkait TPA Legoknangka nunggu periwit (tanda mulai) dari pemerintah provinsi. Meskipun MOU yang sudah ditandatangani, masih perlu koreksi terutama kaitan cost (biaya) yang harus dibyar setiap kabupaten,” kata Guriansyah.

Untuk optimalisasi pengelolaan sampah di pasirbajing, pihaknya akan mengimbangi dengan cara menekan sampah rumah tangga hingga 40 persen.

“Kalau luasan lahan sebetulnya masih memungkinkan digunakan, tetapi harus diimbangi dengan reduksi sampah rumah tangga hingga 40 persen. Dan ini merupakan tanggung jawab bersama sesuai UU No 18 thn 2018 tentang pengelolaan persampahan bahwa pengelolaan sampah harus dari sumbernya,” katanya. (ME) 

Maone van Cobain
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *